Metode Tahfizh Lengkap(2)

Maret 20, 2009

Bukit Naga, 20-03-2009

Percayalah dengan sepenuh hati bahwa jika anda singkirkan mitos-mitos negatif maka anda akan mulai tahfizh (menghafal) bi idznillah dengan permulaan yang menyenangkan dan menakjubkan.

Dan sekarang kita berpindah kepada Langkah Signifikan …Apakah anda, kalian, berminat atau berhajat TAHFIZH benar-benar dari dalam diri kalian dengan sungguh-sungguh dan bukan basa-basi semata?

Di sana ada perbedaan besar antara orang yang ‘betul-betul berminat’ dengan orang yang hanya ‘sekedar berangan’ dengan perkataan; “Aku ingin hafal Al-Quran dan mahu mencubanya…”

Berhentilah dari ‘berangan-angan’, dan tetapkanlah ‘keinginan’ anda dan sekarang katakanlah dengan sepenuh hati, jujur dan semangat membara, “Yes…dengan izin Allah SWT. Ya, betul. Saya benar-benar ingin hafal Al-Quran bi idznillah.”

Katakanlah dengan penuh keyakinan, nescaya Allah SWT akan membukakan jalan keberhasilan untukmu, dan Allah SWT benar-benar akan memberimu, karena Dia-lah Allah SWT Yang Maha Pemurah.

والكريم إذا أعطى أدهش

Dan Allah Yang Maha Pemurah jika memberi sangat mencengangkan.

Seorang wanita mendengar ungkapan tersebut di atas. Kemudian ia terkesan sekali dengan ungkapan tersebut dan berkata: “Bi idznillah ta’ala, saya akan hafal Al-Quran kurang dari 2 bulan. Ia pun mempelajari Metode Tahfizh Lengkap ini, yang akan kita bahas. Wanita membayangkan dirinya betul-betul hafal Al-Quran kurang dari 2 bulan dan mematrikan selalu di dalam benaknya, Dan Allah Yang Maha Pemurah jika memberi sangat mencengangkan. Ia membayangkan dirinya khatam Al-Quran di hari Arofah dan jama’ah haji semua sedang berkumpul di Arafah, padahal saat itu ia sebenarnya sedang di Al Jazair, dan ia berdoa kepada Allah SWT agar mengabulkan doanya agar khatam 30 juz di saat manusia sedang wuquf di Arafah…dan itu benar-benar terjadi. Ia telah hafal Al-Quran di malam tersebut (wuquf).

Betapa mencengangkan…berapa lamakah ia telah hafal Al-Quran…??? (47 hari saja dan dengan kualitas hafalan cukup baik dan menakjubkan. Ia pun berkata, “Sungguh Al-Quran telah menyinari rumahku dan juga menyinari dada ku. Dan aku benar-benar telah menjadi ‘diriku yang lain’, aku telah terlahir kembali…Subhanallah.

So…tunggu apa lagi?

Tetapkanlah sekarang Apakah anda benar-benar ingin hafal Al-Quran 30 juz penuh, muncul dari dalam diri kalian dengan mantap? Dan nescaya kemampuan Tahfizh anda benar-benar meningkat hingga 3 kali lipat bi idznillah. Ya, munculkanlah keinginan dari dalam diri kalian, bahawasanya Allah SWT tidak mungkin menolak orang yang telah berdiri di depan pintu-Nya.

Sebelum kita memulai dengan Langkah-Langkah (Metode) Tahfiz Lengkap, Izinkanlah saya memaparkan beberapa keutamaan Al-Quran (Fada-ilul Quran):

* Al Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi SAW bahawasanya beliau bersabda yang ertinya; “ Bacalah Al-Quran kerana sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembaca(ahli)nya.”

Ya Allah jadikan lah kami orang-orang yang membaca Al-Quran, menghafaz nya dan menjadi ahlinya.

* Apakah anda suka untuk menjadi ahlul Quran? Na’am (ya) Yaa Rabb…Katakanlah dari hati yang paling dalam dengan segenap kemampuan, singkirkan setiap was-was (bisikan) syaitan dan singkirkan setiap ketakutan dan keraguan serta kesusahan, juga singkirkan setiap kata mustahil, kata aku tidak mampu. Dan letakkan lah semua kata-kata tersebut di luar otakmu.

* Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari radiallahu anhum berkata; “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran ibarat buah utrujah baunya sedap dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah tamar (kurma) tidak ada baunya akan tetapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran ibarat raihanah,harum baunya akan tetapi rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak baca Al-Quran ibarat buah hanzholah, baunya busuk dan rasanya tengik. …

Anda suka yang mana? dan jenis buah yang mana yang anda suka?

Ya Allah Ya Dzal Jalaali wal ikraam, jadikanlah kami umpama utrujah, baunya harum dan rasanya lezat, katakanlah; Aaaamiiiin, katakanlah ‘amin’ dari lubuk hati yang paling dalam.

* dan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma sebagaimana yang diriwayatkan At Turmudzy telah berkata: Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang di dalam kerongkongan nya tidak sesuatu pun dari Al-Quran itu seumpama rumah kosong.”

Dan Rasulullah juga bersabda: “Barangsiapa mendengar satu ayat dari kitabullah maka baginya dicatat sebagai kebaikan yang berlipat ganda, dan barangsiapa membacanya maka baginya cahaya di hari kiamat.” (dikatkan hadits ini dhaif)

Sabdanya yang lain, “Hendaklah kamu membaca Al-Quran karena ia akan menjadi cahaya untukmu di bumi dan dzikir di langit.” (AlBani berkata, hadits ini shahih lighairihi) Sabdanya lagi, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”

So…ganjaran(pahala) nya memang benar-benar berlimpah. Aku menginginkan agar anda mengambil pengajaran dari pengalaman masa lalu, dan tanyakan diri anda seberapa jauh hajatku dan keinginanku untuk hafal Al-Quran? Apakah anda benar-benar ingin hafal 30 Juz? Dan betulkah anda ingin merealisasikan keinginan anda hafal kitabullah? Mulai sekarang buatlah ketetapan dan jagalah diri (keinginan) anda, singkirkan semua keraguan dan kekhawatiran yang menghalang dan mengganggu dari tahfizh. Sebab ketika anda menginginkan sesuatu tentunya anda bersedia dan bersiap siaga untuk menggapainya meski dengan menghadapi berbagai-bagai kemungkinan, maka percaya dirilah bahwa anda akan berhasil. Dan itu semua memiliki konsekuensi logis berupa perhatian penuh dari waktu anda, juga kesungguhan. Namun demikian, saya memberi khabar gembira untuk anda bahawa semua yang anda telah berikan untuk tahfizh Al-Quran dari waktu dan kesungguhan, Allah subhanahu wa ta’ala akan menggantinya untuk anda dengan kebahagiaan, kelezatan, kesenangan dan kejayaan bi idznillahi ta’ala.

Ayo! anda memulai dan mencoba kemauan anda segera. Ketahuilah bahawa kekuatan kemahuan anda bisa merubah nya menjadi kenyataan. Dan jika anda memiliki kekuatan ‘kemahuan’ tersebut itu bi idznillah anda dapat melawan berbagai-bagai macam keputusasaan, kemerosotan atau pun cibiran orang-orang yang suka mencibir. Ingatlah anda telah menemukan kekuatan dan kemahuan anda, maka segeralah memulai dengan izin Allah subahanahu wa ta’ala.

Kepada anda, wahai orang yang memiliki kemahuan untuk menghafal Al-Quran, inilah 10 Langkah (Metode) Tahfiz yang kreatif dan inovatif, kreatif di dalam mendapatkan hafalan yang kuat dan cara muraja’ah (mengulang-ulang)nya…

Bersambung

Metode Tahfizh Lengkap(1)

Maret 19, 2009

Shah Alam, 09-03-2009

Dalam tulisan yang saya terjemahkan (secara pointer) dari ceramah Asy Syaikh Doktor Yahya Al-Ghoutsaniy dengan tema “Wasa-il Ibda’iyyah lihifdzil Quranil Kariim”

Cara Kreatif Menghafal Al-Quran

DISADUR DARI SYAIKH YAHYA AL-GHOUTSANIY

Insya Allah, tulisan ini akan di-publish secara bertahap di QURANUNA ini.

Kepada para pendidik dan pecinta pendidikan terutamanya pendidikan Al-Quran, silahkan untuk mengembangkannya. Dan kepada anda para pembaca, dipersilahkan untuk mencubanya dalam kehidupan anda.

Pendahuluan:

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Dan firman-Nya pula: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr(15) : 9)

“Kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah…” (QS. Al-Hasyr(59) : 21) 5

Alasan Kita Menghafal Al-Quran

Mengapa Kita Menghafal Al-Quran?

1. Untuk Belajar dan Mengajar sebagaimana sabda Rasulillah SAW “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan Mengajarkannya” (HR. Bukhary)

2. Sebagai Hidayah dan Sarana Mendapat Hidayah dengannya. “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min…(QS. Al-Isra(17): 9)

3. Untuk Menjadikannya sebagai sarana ubat penawar. “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar …” …(QS. Al-Isra(17): 82)

4. Untuk tadabbur dan tafakur. “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shod(38) : 29)

5. Agar Allah SWT menjaga kita dengan Al-Quran tersebut. Sesungguhnya huffazh (orang-orang yang hafal Al-Quran dan menjaganya) mereka menikmati otaknya yang penuh cahaya, dan Allah SWT sentiasa menjaga mereka. “Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu…” (QS. Al Ankabut(29) : 49)

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr(15) : 9) Dan sungguh Al-Quran itu menjaga hati dan badan sekali gus.

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Jadikanlah ayat tersebut di dalam lembaran-lembaran hati dan pikiranmu, dan hapuslah semua kendala-kendala yang menghalangimu dari Menghafal.

Bukit Naga, 10-03-2009

Ini dia Cara Pertama untuk Menghafal (Tahfizh)

Hilangkan Mitos-Mitos Yang Menghambat Tahfizh

Dan di antara mitos-mitos itu adalah;

1. Menghafal Al-Quran itu Susah

2. Menghafal Al-Quran itu Memerlukan Waktu yang lama

3. Menghafal Al-Quran itu untuk anak kecil sahaja / adapun bila sudah remaja atau dewasa untuk membaca buku.

Hindarilah dan jauhkanlah diri kalian dari mitos-mitos tersebut dan justeru patrikanlah (beri stempel) dalam hatimu dengan perkataan

ولقد يسرنا

(Sungguh telah Kami Mudahkan)

Kita mengucapkannya ke atas orang yang mengaku dirinya sibuk dengan urusan keluarga, rumah, kerja atau pun studi, maka kita cukup mengucapkan;

Renungi dan hayati firman Allah SWT;

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Salah seorang akhowat berkata; “Sungguh aku telah mengetahui cara ini (yang akan dibahas) dan ternyata dalam satu minggu saya telah hafal Al-Baqoroh(2), Alu Imran(3) dan An Nisa(4).

Karenanya, musnahkanlah mitos-mitos masa lalu yang salah dan mulailah cara menghafal berikut dan katakanlah bi idznillah (dengan izin Allah) saya sanggup dan bi idznillah saya mampu melakukannya sebagaimana orang lain telah melakukakannya.

Sejenak kita menyimak kisah-kisah nyata yang bisa kita jadikan ‘ibroh (pelajaran dan hikmah) dan tathbiq (merealisasikannya) dalam kehidupan tahfizh kita yang dengannya kita menguatkan kekuatan potensi kita dan menjauhkan dari titik-titik kelemahan kita. Di dalamnya kita menyisihkan dari otak kita debu-debu kemalasan, menggerakkan kejeniusan di dalam hati kita…sungguh Allah SWT benar-benar telah memberi kita kedahsyatan otak dan kehebatan ingatan.

Salah satu hasil research telah menetapkan bahwa orang-orang jenius (cerdik-pandai) telah menggunakan kekuatan otaknya tidak lebih dari 10 % dari kecerdasan otaknya.

Untuk itu, saya menyeru kepada anda semua, wahai saudaraku, agar kalian mengaktifkan otak kalian dan arah atau sasaran yang shahih. Di sana ada banyak orang yang telah hafal Al-Quran Al-Kariim hanya dalam masa setahun, 6 bulan, 4 bulan dan ada juga yang telah hafal 30 juz dalam masa kurang dari 2 bulan dengan menggunakan cara tahfizh yang akan dijelaskan berikut.

Jika anda mampu menghilangkan mitos-mitos yang membelenggu dan mengganggu tersebut maka bergembiralah, sebab anda sekarang telah berada dalam arah yang benar.

Sekarang tanyalah diri anda Surah apakah yang dianggap paling susah dihafal di dalam Al-Quran….jawabnya, TIDAK ADA…

ولقد يسرنا (Sungguh telah Kami Mudahkan)

Setiap Surah di dalam Al-Quran itu Ringan dan Mudah juga lembut. Jika anda membacanya, hati anda menjadi tenang. “… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du(13) : 28)

Hindarilah dari mengucapkan Aku tidak mampu…aku tidak sanggup, atau aku LEMOT (lemah otak)…berhati-hatilah dari semua keraguan yang sangat berbahaya tersebut, karena ia bisa merusak cara tahfizh anda.

Bagi siapa saja yang berkata bahwa daya ingat anda lemah, boleh jadi hal itu dikatakan saat anda kecil, akan tetapi itu tidak benar. Anda memiliki daya ingat yang dahsyat, hanya saja anda belum mengaktifkannya dan menggunakannya dalam arah dan maksud yang benar.

Seorang pemuda yang meng-claim dirinya LEMOT dan hanya mampu menghafal satu halaman saja dalam seminggu (only one page per week). Maka kita diberitahu bahwa kamu boleh melakukannya dalam 10 menit saja, ia berkata; Mustahil. Maka berkatalah gurunya; “Keluarkan kata MUSTAHIL dari benakmu. Maka pemuda itu pun mencubanya. Dan pada hari berikutnya, pemuda itu pun datang dan ia sungguh telah hafal untuk pertama kalinya 1 halaman dari Surah Yunus dalam 9 menit saja. Satu menit lebih cepat.

Continue…

طرق ابداعية لحفظ القران الكريم او لتحقيق هدف معين تريده

بسم الله الرحمن الرحيم
إخوتي الأفاضل
استمعتُ إلى شريط لمحاضرة من أروع المحاضرات التي سمعتها في حياتي،و قررت بعدها أن أهديها لكم ،خاصةً وأنها قابلة للتطبيق من أجل النجاح في إنجاز أي شيء آخر غير حفظ القرآن الكريم، فأرجو المتابعة ..لأن هذا الملخص سوف يُكتب إن شاء الله على حلقات.

هذه المحاضرة ألقاها الدكتور يحي الغوثانيعلى طالبات جامعيات بالشارقة،وهي مسجلة على شريط ينتجه ” المركز الإسلامي العالمي للإنتاج والتوزيع “-بني ياس- أبو ظبي، تليفون: 5825200 .
والدكتور يحي هو أحد العلماء الذين كرَّسوا حياتهم لحفظ ودراسة وتجويد القرآن الكريم، تخرج في كلية الشريعة بالجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة،وحصل على الماجستير في الدعوة ،والدراسات الإسلامية من المعهد العالمي لإعداد الأئمة،ثم على الدكتوراه من قسم التفسير بجامعة القرآن الكريم بالسودان ، وهو مُجاز في القراءات العَشر، ومُحاضر بمعهد الإمام الشاطبي .
وقبل أن تبدأ المحاضرة قال السيد مُنسِّق الحوار :” يقول الله تعالى ” ولقد يسَّرنا القرآن للذِّكر فهَل مِن مُدَّكِر”؟!!

ومن أدلة هذا التيسير أن القرآن الكريم هو الكتاب السماوي الوحيد الذي يحفظه مئات الألوف من الناس صغارهم ،وكبارهم ،فالتوراة لم يستطع أن يحفظها سوى أربع:
موسى”،وهارون”،و”عُزير” ،و” يوشع” ..حتى أن التوراة حين ضاعت في سَبي بابل لم يستطع كتابتها سوى “عُزير” !!!
ولقد سمعت عن مستشرق زار القاهرة مؤخراً ،فقال لأحد شيوخ الأزهر:” سننزع الإسلام من صدوركم”!!! فقال له الشيخ :”على رِسلِك
ثم أخذه إلى الشارع،فلقيا أطفالاً فطلب منهم الشيخ أن يقرءوا-من الذاكرة- سوراً معينة من القرآن ، فقرأوا،والمستشرق مندهش،فسأل:” وهل كل أطفالكم يحفظون القرآن؟!! ” فسأله الشيخ:” وهل أبناءكم يحفظون الكتب المقدسة لديكم؟” ثم أردف الشيخ:” مادام أطفال المسلمين يحفظون القرآن،فلن تستطيعوا أن تنزعوا الإسلام من قلوبنا“!!!!!
والآن مع ضيفنا الفاضل الدكتور يحي الغوثاني، فليتفضل.

قال الدكتور الغوثاني:” بدايةً يجب أن نعلم جميعاً أن القرآن الكريم لا يحتاجنا لكي نحفظه،فقد تكفَّل الله تعالى بحفظه،ولكننا نحن الذين نحتاج لأن نحفظه كي يحفظنا الله!!!!
وعنوان محاضرتنا هو:” طرق إبداعية في حفظ القرآن الكريم من خلال البرمجة اللغوية العصبية
فما معنى هذا العنوان؟
أولاً: البرمجة تعني:عمل برنامج،والبرنامج هو خطة مؤلَّفة من خطوات تؤدي إلى نتيجة .
ثانياً: اللغوية : إن اللغة لها علاقة وطيدة بموضوع المحاضرة لأن اللغة هي الأداة والوسيلة التي تُستخدم في هذا العلم،وللغة نوعين:
اللغة الملفوظة: وهي الحروف ومخارج الحروف.
واللغة الملحوظة: وهي ما يلاحظه الآخرون من خلال حركات العين واليد والجسم ،وكذلك المدلول الخفي وراء الألفاظ..
والمقصود بالبرمجة اللغوية العصبية هو إعادة برمجة العقل من خلال اللغة ليفعل شيئاً نرغب في تحقيقه أو إنجازه،وموضوعنا هنا هو “حفظ القرآن الكريم

فالكلمة تؤثِّر في العقل اللاواعي فتتحكم من خلال ذلك في العقل الواعي سلباً أو إيجاباً،فبرمجة العقل تعني التحكم في العقل الواعي من خلال تغذيته برسائل إيجابية محفِّزة على التقدُّم والنجاح (وعكس ذلك الرسائل السلبية)
فكيف أرسل لعقلي رسائل إيجابية؟
بأن أجعل داخل شخصيتي حارس على عقلي ،فلا يتحكم فيه سواي،ولا أترك رسالة سلبية تتسلل إلى عقلي اللاواعي فتنتقل إلى عقلي الواعي فيتصرف من منطلق هذه الرسالة.
وبنفس الطريقة يمكنني برمجة عقول الآخرين…وأضرب لكم مثلاً على ذلك :
دخل مدرس -انتقل إلى إحدى المدارس حديثاً -إلى أحد الفصول ففوجىء بالمستوى المتدني للطلاب،فلما سألهم:” لماذا لا تحاولون ان تجتهدوا”؟ قال له أحد التلاميذ :”ولماذا نحاول؟ نحن أغبياء” ،فقال له :”ومن قال هذا؟قال “إن المدرس الذي كان يعلمنا قبل مجيئك كان دائماً يقول أن هذا هو فصل الأغبياء!!!”
ففهم المدرس السبب وقال لهم: سأثبت لكم العكس!!
وبدأ بسؤالهم سؤالاً سهلاً فأجابوه،فقال لهم:” هل رأيتم؟
ثم بدأ بسؤال أصعب قليلاً فأجابوه،فقال لهم:” ألم أقل لكم؟
ثم ظل يتدرج في صعوبة الأسئلة حتى استعاد التلاميذ الثقة بأنفسهم وبدأوا يُحرزون تقدُّماً ملحوظاً ،خاصة وأن المدرس كان حينما يدخل إلى الفصل كان يحييهم قائلاً:” السلام عليُكم أيُّها الأذكياء!!!!”

والآن ما علاقة الأعصاب بالموضوع؟!!!
إن كل ما نلمسه ونراه ونسمعه ونشعر به إنما يدخل إلى الدماغ عن طريق الأعصاب ،فحينما ينقر دبوس في رأس إصبعي فإن الأعصاب تحمل رسالة إلى الدماغ تقول:” هناك شيء طويل مدبب نفذ إلى الجلد الذي نحن مسؤلون عنهفيترجم له الدماغ:” نعم إنه شيء مؤذي ،فانتبهوا “،فيصدر أمراً لأعصاب اليد بالابتعاد عن الدبوس،وهذا يحدث في العقل اللاواعي في وقت دقيق جداً.
فالأعصاب إذن هي التي تحمل المعلومات إلى الدماغ ،وحتى الأحاسيس والمشاعر يتم ترجمتها-بنفس الطريقة- في الدماغ بعد أن تنقلها الأعصاب!!!!
والآن دعونا نتحدث عن آليات النجاح في حفظ القرآن الكريم .

إ ن النجاح في أي شيء يمكن تحقيقه من خلال الأشياء السبع التالية،وهذه الأشياء تم استخراجها كقواسم مشتركة بين العديد من الشخصيات الناجحة في العالم بعد أن تم دراسة حياتهم وطريقة كل منهم في النجاح… وهذه القواسم المشتركة هي:
1-
الشَغَف بالموضوع:
الشغف ماخوذ من شِغاف القلب ،وهي الجلدة الرقيقة الملامِسة للقلب،ولذلك جاء في القرآن الكريم:” ولقد شَغَفها حُبَّاً” ،فالشغف مرتبة أعمق من الحبفإذا أردتَ أن تنجح في مشروع فلا يكفي أن تحبَّه بل أن تكون شَغوفاً به ،فتجد نفسك تعمل به ليل نهار،لا تكل ولا تمَل ،ولا تقصِّر،ولا تشعر برغبة في النوم أو الأكل …بل تظل مقبلاً على العمل بجد واجتهاد.
ولكن ماذا لو لم أكُن شَغوفا ًبعمل أود إنجازه ….أي بكلمات أخرى:
كيف أقوم بتوليد الشَغَف؟!!! أولاً: حدِّد هدفك ،أي قل لنفسك ماذا تريد بالتحديد
لا تقُل أريد حفظ القرآن،بل قل(كبداية) أريد أن أحفظ سورة البقرة
فحين أرادوا معرفة سر نجاح كبرى الشركات في العالم وجدوا أن هذه الشركات تكتب هدفها بشكل عريض واضح ،ويقوم مجلس الإدارة بقراءة هذا الهدف في كل اجتماع له ،كأن يقولوا مثلاً: ” نريد تحقيق مائة مليون هذا العام” أونريد إنتاج 10 مليون قطعة من منتجنا “…إلخ
ثانياً:أُنظر إلى مثل أعلى لك في هذا المجال .وفي مجال حفظ القرآن ما أكثر المُثل العُليا،فهناك الكثير ممن حفظوا القرآن الكريم منذ عهد الإمام الشافعي رحمه الله،وحتى عصرنا هذا قبل أن يبلغوا العاشرة من عمرهم.
وفي المدينة المنورة هناك طفلة عمرها ثماني سنوات حفظت القرآن ،فبحثوا في برنامجها اليومي فوجدوا أنها تنام بعد العشاء مباشرة،كما أنها متفوقة جداً في دراستها بالمدرسة ،ومستقرة جداً في حياتها الأسرية ،كما أنها لا تشوِّش على عقلها بالبرامج غير الهادفة على التلفاز.

العبارة تقول:
أنا شخصية هامة،فاحتَرِمني

فإذا احترمتَ الآخرين فإنهم سيحبُّونك،و

وهناك نموذج رائع آخر وهي” أم طه “وهي امرأة عمرها سبعون عاماً تعمل في خياطة جلابيب النساء ،فكانت تمر بها أخوات ذاهبات لحلقة تحفيظ القرآن،ليخيطن عندها ،فرأت ذات مرة أوراق بأيديهن،فسألتهن عنها،ولكنهن سخرن منها لأنها أُمِّية ،فقالت لهن:
أنا أريد فقط أن أعرف كيف أكتب اسم ربي( الله)
فلما كتبوا لها لفظ الجلالة أعجبها كثيراً وصارت بعد ذلك تفتح المصحف وتبحث عنه ،وفي مرة تالية قالت لهن:إذا أردتُنني أن أخيط لكن جيداً فعلِّمنَني قراءة العربية…فرقَّت لها إحدى الفتيات ،وقالت لها: “إن كل شيء ممكن يا خالة”،وبدأت بتعليمها تهجئة الحروف،ثم الكلمات،ثم بدأت السيدة تقرأ القرآن الكريم بالتهجِّي ،فلما ختمته قراءة ًعلى إحدى معلمات القرآن أهدتها كتاباً يتحدث عن كيفية حفظ القرآن،فلما قرأته شعرت وكأنها في العشرين من عمرها ،فشغفت بالقرآن،وفي الصيف الماضي علمتُ أن أم طه –ذات السبعين سنة- قد حفظت خمسة عشر جزءاً من القرآن!!!! وأرجو أن أسمع قريبا ً أنها ختمته!!!!!

والآن نعود إلى كيفية توليد الشغف:
ثالثاً: تشجيع النَّفس:بأن تقول لنفسك:” إن عقلي لا حدود لقدراته وطاقاتهولا تَقُل:”إنني لا أستطيع أن أحفظ سوى جزء عمَّ،والبقرة وآل عمران،وهناك عبارة جميلةجداً ومُبدعة يجب أن تقولها لنفسك لتساعدها على الشغف بما تريد أنجازه،وهي مقسمة إلى ثلاث أجزاء:
أنا قادر على ذلك
أنا أستطيع فعل ذلك
أنا جدير بذلك.
ومادام غيري قد نجح فلماذا لا انجح أنا؟

رابعاً: المحاكاة( وهي المفتاح الحقيقي لتوليد الشغف)
وذلك بأن تنظر إلى مَن حفظ القرآن الكريم : ماذا كان يفعل حتى حفظه؟ ماذا يأكل ماذا يشرب،متى وكيف ينام،…إلخ.
ولقد رأيت أحد النماذج من حفظة القرآن، إستطاع أن يحفظ القرآن في خمسة وخمسين يوماً فسألته عدة أسئلة لأستكشف نمط حياته وبرنامجه اليومي،فوجدته شخصاً عادياً جداً لا يأتي بشيء خارق،ولكنه كان يحفظ كل يوم تسع صفحات من القرآن الكريم،كان يبدأ بعد الفجر،ثم يكررها في صلاة الضحى،ثم في صلاة الظهر،ويراجعها في صلاة العصر…وبعد صلاة المغرب يقوم بالتسميع على شيخ .

فإذا حاكيتَ هؤلاء ،وجرَّبتَ عقلك فسوف تكتشف العجب العجاب،فإذا أردت ان تكون داعية فحاكي الدُّعاة الناجحين،وإذا أردت أن تكون صاحب شركة ناجحة ،فحاكي أصحاب الشركات الناجحة،وهكذا.

2- قوة الإيمان والاعتقاد بأنك ستنجح:
هذه القوة يجب أن تكون جازمة، راسخة،لا تهتز،ولا يعتريها أدنى ريب.
وأضرب لكم مثلاً: زرت أخاً لي فأردت أن أشرب،فملأ كأس ماء ثم قال لولده: ” إعط هذا الكأس لعمَّك ،ولا تسكب الماء”!!،ولأن هذه العبارة هزَّت ثقة الولد بنفسه فقد سكب الماء!!!
هناك تحليل آخر لهذه العبارة وهو أن العقل اللاواعي لا يحب كلمة ((لا)) بل يحفظ الكلمة التي تليها . فإذا قلت لكم لا تفكِّروا في حصان لونه أسود،فإنكم لابد –بعقلكم اللا واعي- ستفكرون في حصان لونه اسود!!!!

3- الاستراتيجية:
هذه الكلمة تعني الخطة الصحيحة ذات الخطوات المنطقية.
وهي نوعان:
أ-الاستراتيجية قصيرة المدى
ب- الاستراتيجية بعيدة المدى .
ما الفرق بينهما؟
إن الاستراتيجية قصيرة المدى هي التي يبدأ تحقيقها من ((الآن)) ،فأول خطوة منها تبدأ الآن !!فلكي تحفظ القرآن الكريم عليك (الآن) أن تشتري مصحفاً ذا شكل جذاب ومريح للعين،وأن تشتري كتاباً به أفكار عن كيفية الحفظ بسهولة،و تتصل بأخ لك يشجعك على الحفظ،وان تتصل بحلقة قرآنية لتسجل اسمك بها،أو تبحث عن شيخ مناسب تقوم بالتسميع له…وكل هذا لا يحتمل التأجيل.
أما الاستراتيجية بعيدة المدى فهي التي يمتد تنفيذها إلى عشر سنوات، مثل أن تكتب: خلال سنة يجب أن أكون قد ختمت خمسة أجزاء من القرآن .
وهناك مقولة تقول إن الذين يحدِّدون أهادافهم يحققون 30% منها،أما الذين يكتبون أهدافهم فيحققون 90% منها .
ولعل هذا سببه أن الكتابة ترسِّخ المعلومة من خلال الأصابع التي تنقلها إلى الأعصاب،ومنها لى العقل،فترسخ.

ولقد اجروا دراسة في الجامعة الأمريكية فسألوا عينة من الطلاب: ” من حدد أهدافه في الحياة وهي لديه مكتوبة؟” (وبمعنى آخر: من كتب ما يريد تحقيقه في حياته؟)وكانت النتيجة أن ثلاثة من الطلاب فقط هم الذين كتبوا أهدافهم….وبعد 20 سنة بحثوا عن نفس الطلاب عينة الدراسة ،فوجدوا أن هؤلاء الثلاثة الذين كتبوا أهدافهم هم الذين يملكون أموالاً أكثر من بقية الطلاب!!!!.
فإذا أردت ان تدخل قاعة بابها مغلق بالمفتاح،فلديك طريقتان: إما أن تكسر الباب،وإما أن تبحث عن المفتاح لدى المختصين…هذا المفتاح له مواصفات معينة ،وسنونه لها تعريجات معينة حتى يفتح هذا الباب بالذات!
،هذه الخطة أو الاستراتيجية هي المفتاح المطلوب لتحقيق الهدف.
أما كسر الباب فيعني الدخول بدون خطة ،وهذا هو حال من يحفظ القرآن وينسى،أو يحفظه بدون تركيز،أو يعجز عن مواصلة الحفظ…إلخ.

4- وضوح القِيَم والأخلاقيات والمبادىء:ما هي أخلاقيات ومبادىء وقيم المشروع؟
إن القيم والمبادىء الخاصة بمشروع مصنع أكواب هي ألا نقلِّد منتج لمصنع آخر ونضع عليه اسمنا،وألا نقترض من بنك رِبَوي،وأن نتقن صناعة الأكواب،وان نكون صادقين في مواعيد التسليم..وهكذا.
و مشروع حفظ القرآن أيضاً له قِيَم مثل:
إخلاص النية لله تعالى ،
والتقوى،
والإيثار،
وصدق الأُخوة في الله،
والعمل بما نحفظ،
والاستعانة بالله تعالى ،
وعدم الغرور أو التكبُّر…وهكذا.
وبقدر ما تنقص القِيَم في حياتنا بقدر ما ينقص النجاح !!!!


-5-
الطاقة:
وهي الصبر والتحمُّل والثَبات،والجَلَد ،وهي تنقسم إلى نوعين: بدنية ،ونفسية.
فيجب على من أراد حفظ القرآن أن يستيقظ قبل الفجر ليحفظ(وهو أفضل الأوقات)، أو يبدأ بعد الفجر( وهو ثاني أفضل الأوقات
ومن أجل هذا يجب أن ينام مبكِّراً،فنجده يضغط على نفسه كي يتمكن من النوم مبكراً، وسبحان الله إن الطاقة لها تأثير كبير في تيسير حفظ القرآن الكريم .
فكيف نولِّد الطاقة ،وكيف نزيدها؟
من خلال:
*
وضوح الهدف من الحِفظ(كأن يحفظك الله بالقرآن،أو يبارك لك في دنياك وآخرتك…إلخ)
*
استحضار الثواب والأجر في الدنيا والآخرة(أن تكون من أهل القرآن الذين هُم أهلُ الله وخاصَّتُه ،وأن كل حرف تتلوه بعشر حسنات،وأن فضل القرآن على سائر الكلام كفضل الله تعالى على خَلقه، وأن كل آية ترفعك درجة في الجنة ،وكل درجة مقدارها كما بين السماء والأرض)
*
توليد الشَغف كما ذكرنا من قبل .تخيُّل رضوان الله عليك وأنك حين تقرأ القرآن فإن الله تعالى يكلِّمك.
*
الارتباط الروحي والقلبي والجسدي بالقرآن الكريم،لذلك يقولون أن مَن حَفِظَ القرآن في طفولته اختلط بلحمه ودمه !!!!
مثال: الشيخ ” فتح محمد البَتِّي” شيخ القرَّاء في الباكستان ،كان مشلول الوَسَط ،وكفيف البَصر،ولكنه كان يصلي الوِتر بعشرة أجزاء من القرآن كل ليلة !!!!

هذا هو التَوَقان إلى ما عِند الله تعالى .

وانظر إلى طاقة الحبيب محمد صلى الله عليه وسلم حين دخل عليه أحد الصحابة في المسجد فظنَّه شجرة من شدة خشوعه ،وثباته وطول وقوفه،فلما عرفه دخل معه في الصلاة ،فاستفتح البقرة،فقال يركع عند المائة، ثم دخل إلى آل عمران،فقال : يركع عند المائة، فدخل في النساء…يقول هذا الصحابي،فظل النبي يقرأ حتى همَمْتُ بأن آتي شيئاً مُنكَراً( أي أن أدَع الصلاة) !!!
وقالت لي إحدى الأخوات أنها كانت تولِّد الطاقة بأن تستحضر أنها تقرأ على الله تعالى ،وتتذكر يوم القيامة حين يُقال للمؤمن:” إقرأ وارتَقِ ورَتِّل كما كُنتَ ترتل في الدُّنيا،فإنَّ منزلتك عند آخر آية تقرؤها“.

6- الارتباط بشخصيات المشروع:
إن شخصيات مشروعنا هم القرَّاء ،والعلماء والشيوخ،فتجد نفسك متشوِّفاً ومشتاقاً إلى أئمة الحرمين،وإلى الشيخ الحُصري،والشيخ المنشاوي،،فتكون مرتبطاً بهم روحياً ، هؤلاء الذين إذا رآهم الناس ذكَّروهم بالله تعالى من خلال أخلاقهم ولباسهم وتصرُّفاتهم .
هناك أيضاً الارتباط بزملاء المشروع،الذين يشجعونك ويحفِّزونك من خلال اللغة غير المقروءة أو المسموعة ،فهؤلاء يذكِّرونك بالمشروع دون أن يتحدَّثوا.
وتذكَّر أن ” يدُ اللهِ مع الجماعة” و” إنَّما يأكل الذِّئبُ مِن الغَنَم القاصية

7-إجادة وإتقان فن الاتصال:
وهو أمر مهم جداً ،وكل إنسان لابد له من أن يتصل مع ذاته،(وهو اتصال داخلي)،ومع الغير(وهو اتصال خارجي)…فإذا لم تُجيد فن الاتصال بنوعيه فأنت فاشل!!!!
ولكن
كيف أجيد الاتصال الداخلي؟
من خلال محاولتي لفهم نفسي والإصغاء لما بداخلي ،ومعرفة قدراتي وطاقاتي ومواهبي،ولا ينبغي أن أتصل بنفسي اتصالاً سلبياً فأجلد نفسي بتأنيب الضمير وتوبيخ النفس باستمرار!!
ولكن يجب أن أقوم بإلغاء هذ الرسائل السلبية ،واكلم عقلي اللاواعي بشكل إيجابي،كأن تقول الفتاةلنفسها :” أنا فتاة محترمة ،ومُجِدَّة ،ورائعة، أنا أَمَةُ الله،أنا غالية على الله ،ولولا أنَّ لي شَأنٌ في الحياة لَما خلَقَني الله ،إذن يجب أن أعرف هدفي وأكتبه،وأسعى لتحقيقه.” وبهذا تُجدد الإبداع داخلك ،فإذا جاءتك رسالة سلبية من الغير(أي من الخارج) فلا تستقبلها ،بل اطردها قبل أن تتسلل إلى عقلك اللاواعي ،واجعل عقلك الواعي حارساً يَقِظاً ،فلا يسمح بالدخول إلا للرسائل الإيجابية!!!
وكيف أجيد الاتصال الخارجي؟
إن الاتصال الخارجي فن عجيب ،فينبغي أن أعرف كيف أتواصل مع أساتذتي وشيوخي وزملائي…فكل من يحتك بنا إما أن يكون :
أعلى مِنِّ منزلة،أو قَدراً أو عُمراً ، أو في مثل منزلتي، أو أدنى مني، وكُلٌ له أسلوب في الاتصال به،ولك أن تقرأ كتاباً في فن الاتصال لعله يعينك…ولكن بشكل عام:حينما أتحدث إلى إنسان ولا أنظر إليه ولا أنظر إلى عينيه،ولا ألاحظ ردود أفعاله على وجهه وحركاته وخلجاته،ولا أتحدث معه بنفس لغته ومستواه العقلي …فإن هذا الاتصال سيِّء!!!!
ولك أن تتخيل أنه مكتوب على جبين كل إنسان-حتى ولو كان طفلاً- عبارة واضحة ولكن الجميع لا يقرؤنها، هذه

يحترمونك ويتواصلون معك لأنك قرأت وفهمت ووعيت الرسالة المكتوبة على جبين كل منهم !!!!

إلى هنا تنتهي آليات النجاح السبعة،وهي:
الشغف بالموضوع،وقوة الإيمان والاعتقاد بأنني سأنجح،ووضع الاستراتيجية،ووضوح القيم والمبادىء والأخلاقيات الخاصة بالمشروع،وتوليد الطاقة،والارتباط بشخصيات المشروع،وإجادة فن الاتصال .

كيف أبرمج عقلي على شيء معين؟!

لكي أفعل ذلك عليَّ أن أرسل رسالة لعقلي مؤلَّفة من خمس مواصفات، فإذا اختلَّت مواصفة واحدة فلن ينجح هذا المشروع ،أياً كان سواء كنت تريد أن تحفظ القرآن أو تنجح في شركتك ،أو في دراستك،أو في أي شيء ،ولك أن تجرِّب نفسك،فالتجربة خير بُرهان.
وهذه المواصفات هي:
1-
أن أعطي لعقلي رسالة واضحة محددة ؛ فإذا قُلتَ : “أريد أن أكون من حُفَّاظ القرآن” فهذه رسالة ليست محددة،بل يجب أن تقول:” أريد أن أحفظ سورة البقرة في شهر” فهذه رسالة محددة .
2-
أن تكون الرسالة إيجابية وليست سلبية وذلك بأن تُركِّز على ما تريد وليس ما لا تريد…فالرسالة السلبية هي التي تبدأ بكلمة (لا) ،فإذا قلتأنا لا أريد أن أغضب” فهذه رسالة سلبية ،فالعقل اللاواعي له مفتاح فإذا استخدمت المفتاح المناسب عرفت كيف تدخل عليه بطريقة سَلِسة ،و عندها ستلاحظ تغييراً عجيباً

(وكما قلنا أن العقل اللاواعي يحذف كلمة “لا” ويحفظ ما بعدها)
فبدلاً من أن تقول:” أنا لا أريد أن أدخِّن” قل لنفسك:” أنا أريد أن أحافظ على صِحَّتي
وبدلاً من أن تقول ” أنا لا أريد أن أنسى ما حفِظت من القرآن” قل :” أنا أريد أن أكون حافظاً متميزاً للقرآن،
وتذكر سيدنا يعقوب حين قال لأبناءه:” إنِّي لَيَحزُنُني أ نْ تَذهَبوا به ،وأخافُ أن يَأكُلَهَ الذِّئبُ وأنتُم عَنهُ غافلون” ،فلما عادوا لأبيهم قالوا له:”إنَّ ذهبنا نستبِقُ وتركنا يوسف عند متاعِنا فأَكَلَهُ الذِّئبُ ” !!! وكأن كلمة أبيهم كانت رسالة موجَّهة لعقلهم الباطن، فأعطاهم –من خلالها – فكرة يقولونها لِيُخفوا بها جريمتهم!!!

3- أن تدل الرسالة على الحاضر وليس على المستقبل،فلا تَقُل:” سأحفظ القرآن” ،بل قل:” أحفظ القرآن بإذن الله تعالى ” ،فالسين وكلمة سوف تعني أنك لن تبدأ الآن،والمطلوب هو أن تبدأ الآن .

4-أن يصاحب الرسالة التي أعطيها لعقلي اللا واعي إحساس ومشاعر بتحقيقها، وذلك بأن تتخيل نفسك وقد حققت الهدف،فتعيش لحظات فرحتك بحفظ القرآن،ولحظات تتويجك بتاج نوره أقوى من الشمس يوم القيامة !!!
عِش أحاسيسك وأنت تقرأ القرآن يوم القيامة وترتقي ، فتفوز بكل آية تقرؤها بدرجة من درجات الجنة ، مقدار كل درجة كما بين السماء والأرض!!!!

5- أن تكرر هذه الرسائل كثيراً ،كأن تكررها طوال اليوم ،أو قبل النوم مثلاً،والأفضل أن تنشغل بمشروع واحد في كل فترة حتى تنجزه بإتقان ثم تتحول إلى مشروع غيره .

فمشروعك اليوم مثلاً أن تكون شخصية جذابة، فتعيش اليوم كله مشاعر هذه الشخصية،فتبتسم للجميع ،وتتحرك بلطف،وتكون خفيف الظِّل،رفيقاً بالآخرين…وهكذا. وتذكَّر أن المريض الذي لا يريد أن يتحسَّن لن يُشفى .

وهناك تجربة أجريتها مع فتاة كان هدفها أن تستطيع أن تتحدث أمام مجموعة من الناس ولو لمدة ثلاث دقائق دون أن تتلعثم ،فقلت لها أرسلي لنفسك رسائل مثل:

أنا أريد أن أتمتع بصوت جهوري كي أوصل فكرتي للجمهور.
أنا أريد أن أجمع معلومات كافية حول الفكرة التي سأتحدث عنها
أنا أريد أن أرتب أفكاري ترتيباً منطقياً حتى تصل إلى الجمهور بسَلاسة
أنا جديرة بأن أقف أمام الجمهور وأكلمهم وأفيدهم وأُمتعهم.
أنا واثقة من قدراتي فأنا قادرة على مواجهة الجمهور بأعصاب هادئة ثابتة.
أنا أستطيع التركيز على فكرتي والمعلومات التي أريد أن أوصلها للجمهور أكثر من التركيز على الجمهور الذي يشاهدني
أنا الآن خطيبة مفوَّهة جريئة أتكلم بقوة أمام الجمهور.

وقلتُ لها : عيشي أحاسيسك وأنت تتكلمين وأمامك الأخوات يصفِّقن لك ،فلما واصلت إرسال مثل هذه الرسائل لعقلها اللاواعي،وعاشت تلك الأحاسيس،أعطيتها فرصة لتتكلم لمدة ثلاث دقائق أمام جمهور ،فإذا بها تتكلم لمدة سبع دقائق!!!!

بل والأغرب من هذا أنها أضحكت الحاضرين بنُكتة –وهو أمر ليس سهلاً على الإطلاق بالنسبة للخطباء المفوَّهين- فكسرت بذلك الحاجز بينها وبين الجمهور،وكانت تجربة ناجحة جداً!!!!!!
كانت تلك هي مواصفات الرسائل الناجحة التي ينبغي أن أرسلها لعقلي اللا واعي كي أنجح في تنفيذ مشروع ما أو تحقيق هدف ما.

،والآن أريد من الجميع أن يجرب بنفسه التجربة التالية:
إن التجربة تتعلق بوضع الاستراتيجية ،وما عليك إلا أ ن تُحضر قلما ًوورقة،وتجلس في مكان هادىء لا تسمع فيه سوى صوت أنفاسك،ثم تقفز بفكرك إلى عشر سنوات قادمة،وتتخيل أنك الآن في عام 2014 فماذا تحب أن ترى نفسك ذلك العام،و ماذا تحب أن تكون وقتها؟!!

قد يكون ما تريده إنجازات كبيرة جداً ،أو أحلاما ًمتواضعة،إكتبها كلها واحلم كما تشاء إلى أبعد حدود ،
أكتب أشياء إيجابية تتعلق بك وبأسرتك وزوجتك وأولادك ….وكلما كتبت فكرة خُذ نَفَساً عميقاً:شهيق بعمق،ثم احبسه لدقيقة أو أكثر،ثم شهيق ببطء
هذه هي حياتك بعد عشر سنوات،فماذا تريد أن تكون.؟!!!

مؤلِّفاً مبدعاً، أم مفكِّراً إسلامياً ،أم داعية ناجح،أم مدير لشركة ناجحة،أم مؤسس لهيئة إغاثة إسلامية عالمية،أم أب لخمسة أطفال كلهم من حَفَظة القرآن…كل ما تريد، بدون قيود.
ولقد فعلت ُذلك مع نفسي ،والحمد لله لقد تحقق بعض من هذه الأحلام والبعض الآخر لا يزال في طريقه لذلك إن شاء الله .

وأرجو أن أقابلكم جميعاً بعد عشر سنوات…وأنا على يقين من أنكم ستستطيعون –بعون الله – تحقيق بعض أحلامكم التي كتبتموها.
أشكركم ،وبارك الله فيكم ، والحمد لله ربِّ العالمين .

Dari judul tersebut, tentulah tulisan ini ditunjukkan kepada orang yang normal penglihatannya. Dimaksudkan agar kita yang telah diberi oleh Allah SWT dua buah matabanyak bersyukur kepada-Nya. Salah satu ungkapan syukur tersebut dengan menggunakan mata kita untuk melihat sesuatu yang Allah SWT ridhai. Contohnya, MENGHAFAL AL-QURAN.

Tema kita kali ini, bagaimana kita yang memiliki penglihatan normal sekali-kali belajar menghafal dari orang-orang buta atau kita menghafal Al-Quran seakan-akan kedua mata kita telah buta. Sebab banyak sudah orang yang buta telah hafal Al-Quran dan sebaliknya kita yang ‘melek’ masih juga belum hafal. Semoga kita mendapat hidayah dari Allah SWT untuk hafal Al-Quran.
Disebutkan bahwa seorang tua renta dan diketahui kedua matanya buta sejak kecil. Beliau dari Sudan, Afrika. Namanya Syaikh Makin. Suatu hari, di saat usianya menginjak kepala empat, beliau merenung dan bermuhasabah diri. Apa yang telah diperbuat sehingga kini, mengapa belum juga berbuat yang terbaik untuk dirinya apalagi untuk orang lain. Lalu beliau memulai dari dirinya dengan semangat yang tiba-tiba merasuk ke bagian paling sensitif dari jiwanya. Ia bertekad untuk menghafal Al-Qur’an.

Apa yang terjadi dengan Syaikh Makin? Seorang buta dan di usianya yang sudah tua? Disebutkan hampir sepuluh tahun, beliau selalu bersama anak-anak kecil yang sedang menghafal Al-Quran di masjid-masjid. Untuk apa? hanya untuk mendengar bacaan Al-Quran mereka. Tahukah anda, dengan cara seperti itu saja, beliau telah hafal Al-Quran 30 juz penuh di saat usianya 50an tahun.

Demikian sedikit gambaran dan semoga bisa dijadikan pelajaran. Berikutnya, bagaimana caranya kita menghafal seperti orang buta?

Ini dia ide dari penulis;
1. Jika anda sudah berkeluarga dan dikaruniai anak.
Bacaan Al-Quran; tentukan Surah yang akan dibaca oleh isteri/suami/anak.

Memintalah kapada istri/suami anda dan kepada anak-anak anda jika sudah bisa membaca Al-Quran. Tutuplah mata anda dengan kain penutup mata seakan-akan anda buta. Hendaknya anda benar-benar menjiwai. Bayangkan seakan-akan anda benar-benar buta. Lalu mintalah kepada isteri/suami/anak untuk membaca Al-Quran dan anda mendengarnya di sisinya. Anda tidak boleh meminta kepada mereka untuk mengulang bacaannya. Rasakanlah betapa anda benar-benar ingin hafal Al-Quran walau hanya sanggup mendengar saja dan tidak bisa melihat lembaran-lembaran Al-Quran. Kira-kira apakah yang akan anda lakukan saat itu? Mendengar dengan penuh konsentrasi dan terus berusaha untuk semaksimal mungkin agar bisa mengingat-ingat apa yang sudah dibaca oleh mereka.

Sanggupkah anda untuk hafal sekali mendengar? Jika belum, bersabarlah untuk kembali mendengar surah yang sama yang dibaca oleh mereka. Hingga berapa kalikah anda mendengar? Menangislah anda dan merengeklah di hadapan Allah SWT sambil terus bersujud. Lakukanlah terus mendengar Surah yang dibacakan oleh mereka. Sehingga anda benar-benar hafal Surah tersebut dan anda buta (bersikap seperti orang buta).

Catatan; Anda hendaknya tidak menyusahkan orang lain saat melakukannya. Misalnya anda memaksa isteri/suami/anak untuk selalu membacakan Surah tersebut di sisi Anda. Anda bisa meminta mereka untuk ‘menyetel’ tape recorder (kaset murattal) Surah yang akan dihafal. Itu pun cukup sekali saja. Selanjutnya tape recorder diletakkan di tempat yang mata anda tidak dapat melihatnya (tersembunyi) akan tetapi tangan anda dapat menggamitnya dan saat mengambilnya pun laksana orang buta.

Kesan; Insya Allah ta’ala anda akan berkesan dan terus teringat jika hafal satu Surah tersebut karena saat menghafalnya anda dalam keadaan buta.

2. Jika anda belum menikah
Bacaan Al-Qur’an;
Tentukan Surah yang akan dibaca oleh teman/adik/kakak/ayah/ibu

Pada dasarnya sama dalam hal cara dan triknya dengan mereka yang sudah berkeluarga. Yang membedakan hanya status dan mungkin kesan yang dirasakan. Anda meminta untuk dibacakan Al-Quran bukan kepada isteri/suami/anak, akan tetapi kepada teman/adik/kakak/ayah/ibu dan yang lainnya.

Tambahan;
Bagi pemuda yang gagah perkasa, biasanya mereka berlakon seperti pendekar. Anggap saja anda sebagai ‘si buta dari gua Malaikat’ yang bisa mengalahkan musuh-musuh Allah SWT dengan senjata Al-Quran.

Bukankah pelakon-pelakon silat saja sesekali berlakon seperti orang buta? Kedua matanya ditutup dengan secarik kain hitam lalu berantem…ciat-ciat,…bug, wush-wushhhh…terimalah ini jurus Sapi Al-Baqoroh 286, jurus Matahari Asy-Syams 15, jurus Bulan Al-Qomar 55, tendangan maut Gajah Al-Fiil 5, dan…pukulan Halilintar Ar-Ra’d 43…

Syahid Abdul Qodir
Inspirator Menghafal Al-Quran
e-mail; quranunaclub@yahoo.com

http://quranuna.multiply.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.