Tafsir Kata Per Kata

Oktober 21, 2009

Tafsir Kata Per Kata

Tafsir Kata Per Kata

Assalamu’alaikum…
Hal : Tawaran Buku
Bila anda berhajat membeli buku;
Tafsir Kata Per Kata

dilengkapi asbabun nuzul


RM 110.00 dah biaya pos


Sila tempah SMS 014 931 5769 Boleh juga tempah dalam bilangan banyak dan dapatkan potongan harga.
atau e-mail; quranunaclub@yahoo.com

Iklan

Rahasia mendapatkan hafalan al-Quran yang Anda mau sebagai Al Hafizh di QuranunaClub ada disini, akan saya tunjukkan caranya sekarang juga ….!

Anda Akan Mendapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Bagaimana Sukses Menghafal al-Quran Sampai 30 Juz..!

Saya Akan Membocorkan Pengalaman Al Hafizh Untuk Mendapatkan
30 juz Secara ISTIQOMAH Hanya Dari QuranunaClub Dengan Gratis dan Tanpa Biaya Sepeser pun!

Apa yang saya tawarkan ?

Memperkenalkan…

Metode Quranuna

Panduan ini berupa Metode Baca dan Tahfizh AL-QURAN (30 Juz, 114 Surah) yang akan mengajarkan kepada Anda Bagaimana Sukses Dunia-akhirat Dengan Benar, Anda akan dipandu langkah demi langkah sampai menjadi Al Hafizh!

v Dengan mempelajari Metode Quranuna ini, Anda akan dapat memukau rekan-rekan Anda dalam mencetak generasi unique

v Meskipun Anda tidak bisa menghafal sendiri, juga tidak bisa membuat orang lain jadi Al Hafizh, tidak punya list/data base calon penghafal, tidak tahu tajwid,….ataupun tidak jago berbahasa Arab!

Insha Allah, Allah menjamin Seumur hidup anada setelah menjadi Alhafizh yang mukhlish, Anda bisa langsung praktek membaca dan menghafal Al-Quran dan mampu menghasilkan pahala dari setiap hurufnya!

Saya kemukakan 1 tip berikut;

Bergabunglah bersama mereka-mereka yang telah hafal Al-Quran.

JIKA INI ADALAH IMPIAN ANDA

Ribuan Bahkan Jutaan Pahala Perdetik Sudah Mereka Dapatkan

Hanya Dengan 1 Langkah Cerdik

Tips2 : Bacalah al-Quran

Jangan menunda kesempatan yang ada didepan mata, bertindaklah dan tuai ladang pahala yang ada didepan mata anda sekarang juga.

Marhaban Wahai Pembaca,

Terima kasih telah membaca blog saya ini.

Sebelum saya lanjut, saya ada sebuah pengumuman, yaitu saat ini saya sedang mencari banyak orang yang FULL TIME Penghafal Al-Quran atau yang sudah menjadi hafal 30 juz penuh. Apabila anda mempunyai murid, pelajar atau pun kenalan yang dimaksud, silakan kirimi saya e-mail di sini:

quranunaclub@yahoo.com

Setiap saya buka e-mail (maklum belum bisa auto replay, kalau ada yang bisa boleh ajari saya), saya akan memberikan anda tips mengenai bagaimana anda bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar dan mendapatkan banyak link kepada teman-teman atau ustadz-ustadz Al-Hafizh  yang saya kenal melalui Quranuna Club.

Lagi saya ingin memberikan satu tips yaitu Tips Ke-3 kepada anda sekarang juga:

Pilihlah Tempat Yang Baik Dalam Membaca dan Menghafal Al-Quran
Banyak sekali orang yang bertanya kepada saya: “Saya adalah seorang gak bisa baca Al-Quran, dan saya bingung harus kemana mau belajar. Tolong kasih petunjuk dong Ustadz!”

90% pertanyaan yang saya terima berbunyi seperti itu. Dan beberapa persen sisanya berbunyi;

“Ustadz, saya mau hafal Al-Quran, tapi saya harus mondok dimana. Lagi pula umur saya sudah tua?”

Oleh karena itu hari ini saya ingin membahas topik yang satu ini supaya bisa membantu anda yang bingung mau belajar dimana dan dengan siapa?”

Bocoran: Tidak punya Guru Al-Quran adalah BERBAHAYA dan bisa MENYESATKAN anda. Karena dengan tidak punya ‘guru’ berarti anda tidak  akan pernah bisa membaca Al-Quran dan apalagi menghafalnya. Ini pula yang dilakukan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam dibawah bimbingan Al Amiin Jibril ‘alaihis salam.

Dan inilah dia Tips Ke-4;

Carilah Guru Al-Quran dan Mintalah Bimbingannya

************************************
No Ustadz => No Al-Quran => Gak Bisa Baca Al-Quran
************************************

Pembaca, kalau anda seorang  beginner di dunia Baca dan Hafal Al-Quran, anda 100% PASTI membutuhkan Guru Pembimbing.

Ini harus ada karena memang sesuatu yang WAJIB. Anda memerlukan Guru Pembimbing karena satu atau beberapa sebab berikut;

– Anda tidak tahu apa-apa Baca Al-Quran dan PASTI akan terjadi kesalahan dalam membaca Al-Quran jika tidak dibimbing oleh Guru Pembimbing alias Ustadz yang pakar di bidang Baca Al-Quran.

– Anda tidak ada ilmu tajwid.

Dan Jika anda adalah seorang yang sudah bisa baca Al-Quran dan saat ini anda sedang membaca ini, Betulkah apa yang saya tulis di atas?

Bersambung…..

Metode Tahfizh Lengkap(2)

Maret 20, 2009

Bukit Naga, 20-03-2009

Percayalah dengan sepenuh hati bahwa jika anda singkirkan mitos-mitos negatif maka anda akan mulai tahfizh (menghafal) bi idznillah dengan permulaan yang menyenangkan dan menakjubkan.

Dan sekarang kita berpindah kepada Langkah Signifikan …Apakah anda, kalian, berminat atau berhajat TAHFIZH benar-benar dari dalam diri kalian dengan sungguh-sungguh dan bukan basa-basi semata?

Di sana ada perbedaan besar antara orang yang ‘betul-betul berminat’ dengan orang yang hanya ‘sekedar berangan’ dengan perkataan; “Aku ingin hafal Al-Quran dan mahu mencubanya…”

Berhentilah dari ‘berangan-angan’, dan tetapkanlah ‘keinginan’ anda dan sekarang katakanlah dengan sepenuh hati, jujur dan semangat membara, “Yes…dengan izin Allah SWT. Ya, betul. Saya benar-benar ingin hafal Al-Quran bi idznillah.”

Katakanlah dengan penuh keyakinan, nescaya Allah SWT akan membukakan jalan keberhasilan untukmu, dan Allah SWT benar-benar akan memberimu, karena Dia-lah Allah SWT Yang Maha Pemurah.

والكريم إذا أعطى أدهش

Dan Allah Yang Maha Pemurah jika memberi sangat mencengangkan.

Seorang wanita mendengar ungkapan tersebut di atas. Kemudian ia terkesan sekali dengan ungkapan tersebut dan berkata: “Bi idznillah ta’ala, saya akan hafal Al-Quran kurang dari 2 bulan. Ia pun mempelajari Metode Tahfizh Lengkap ini, yang akan kita bahas. Wanita membayangkan dirinya betul-betul hafal Al-Quran kurang dari 2 bulan dan mematrikan selalu di dalam benaknya, Dan Allah Yang Maha Pemurah jika memberi sangat mencengangkan. Ia membayangkan dirinya khatam Al-Quran di hari Arofah dan jama’ah haji semua sedang berkumpul di Arafah, padahal saat itu ia sebenarnya sedang di Al Jazair, dan ia berdoa kepada Allah SWT agar mengabulkan doanya agar khatam 30 juz di saat manusia sedang wuquf di Arafah…dan itu benar-benar terjadi. Ia telah hafal Al-Quran di malam tersebut (wuquf).

Betapa mencengangkan…berapa lamakah ia telah hafal Al-Quran…??? (47 hari saja dan dengan kualitas hafalan cukup baik dan menakjubkan. Ia pun berkata, “Sungguh Al-Quran telah menyinari rumahku dan juga menyinari dada ku. Dan aku benar-benar telah menjadi ‘diriku yang lain’, aku telah terlahir kembali…Subhanallah.

So…tunggu apa lagi?

Tetapkanlah sekarang Apakah anda benar-benar ingin hafal Al-Quran 30 juz penuh, muncul dari dalam diri kalian dengan mantap? Dan nescaya kemampuan Tahfizh anda benar-benar meningkat hingga 3 kali lipat bi idznillah. Ya, munculkanlah keinginan dari dalam diri kalian, bahawasanya Allah SWT tidak mungkin menolak orang yang telah berdiri di depan pintu-Nya.

Sebelum kita memulai dengan Langkah-Langkah (Metode) Tahfiz Lengkap, Izinkanlah saya memaparkan beberapa keutamaan Al-Quran (Fada-ilul Quran):

* Al Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi SAW bahawasanya beliau bersabda yang ertinya; “ Bacalah Al-Quran kerana sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembaca(ahli)nya.”

Ya Allah jadikan lah kami orang-orang yang membaca Al-Quran, menghafaz nya dan menjadi ahlinya.

* Apakah anda suka untuk menjadi ahlul Quran? Na’am (ya) Yaa Rabb…Katakanlah dari hati yang paling dalam dengan segenap kemampuan, singkirkan setiap was-was (bisikan) syaitan dan singkirkan setiap ketakutan dan keraguan serta kesusahan, juga singkirkan setiap kata mustahil, kata aku tidak mampu. Dan letakkan lah semua kata-kata tersebut di luar otakmu.

* Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari radiallahu anhum berkata; “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran ibarat buah utrujah baunya sedap dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah tamar (kurma) tidak ada baunya akan tetapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran ibarat raihanah,harum baunya akan tetapi rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak baca Al-Quran ibarat buah hanzholah, baunya busuk dan rasanya tengik. …

Anda suka yang mana? dan jenis buah yang mana yang anda suka?

Ya Allah Ya Dzal Jalaali wal ikraam, jadikanlah kami umpama utrujah, baunya harum dan rasanya lezat, katakanlah; Aaaamiiiin, katakanlah ‘amin’ dari lubuk hati yang paling dalam.

* dan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma sebagaimana yang diriwayatkan At Turmudzy telah berkata: Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang di dalam kerongkongan nya tidak sesuatu pun dari Al-Quran itu seumpama rumah kosong.”

Dan Rasulullah juga bersabda: “Barangsiapa mendengar satu ayat dari kitabullah maka baginya dicatat sebagai kebaikan yang berlipat ganda, dan barangsiapa membacanya maka baginya cahaya di hari kiamat.” (dikatkan hadits ini dhaif)

Sabdanya yang lain, “Hendaklah kamu membaca Al-Quran karena ia akan menjadi cahaya untukmu di bumi dan dzikir di langit.” (AlBani berkata, hadits ini shahih lighairihi) Sabdanya lagi, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”

So…ganjaran(pahala) nya memang benar-benar berlimpah. Aku menginginkan agar anda mengambil pengajaran dari pengalaman masa lalu, dan tanyakan diri anda seberapa jauh hajatku dan keinginanku untuk hafal Al-Quran? Apakah anda benar-benar ingin hafal 30 Juz? Dan betulkah anda ingin merealisasikan keinginan anda hafal kitabullah? Mulai sekarang buatlah ketetapan dan jagalah diri (keinginan) anda, singkirkan semua keraguan dan kekhawatiran yang menghalang dan mengganggu dari tahfizh. Sebab ketika anda menginginkan sesuatu tentunya anda bersedia dan bersiap siaga untuk menggapainya meski dengan menghadapi berbagai-bagai kemungkinan, maka percaya dirilah bahwa anda akan berhasil. Dan itu semua memiliki konsekuensi logis berupa perhatian penuh dari waktu anda, juga kesungguhan. Namun demikian, saya memberi khabar gembira untuk anda bahawa semua yang anda telah berikan untuk tahfizh Al-Quran dari waktu dan kesungguhan, Allah subhanahu wa ta’ala akan menggantinya untuk anda dengan kebahagiaan, kelezatan, kesenangan dan kejayaan bi idznillahi ta’ala.

Ayo! anda memulai dan mencoba kemauan anda segera. Ketahuilah bahawa kekuatan kemahuan anda bisa merubah nya menjadi kenyataan. Dan jika anda memiliki kekuatan ‘kemahuan’ tersebut itu bi idznillah anda dapat melawan berbagai-bagai macam keputusasaan, kemerosotan atau pun cibiran orang-orang yang suka mencibir. Ingatlah anda telah menemukan kekuatan dan kemahuan anda, maka segeralah memulai dengan izin Allah subahanahu wa ta’ala.

Kepada anda, wahai orang yang memiliki kemahuan untuk menghafal Al-Quran, inilah 10 Langkah (Metode) Tahfiz yang kreatif dan inovatif, kreatif di dalam mendapatkan hafalan yang kuat dan cara muraja’ah (mengulang-ulang)nya…

Bersambung

Metode Tahfizh Lengkap(1)

Maret 19, 2009

Shah Alam, 09-03-2009

Dalam tulisan yang saya terjemahkan (secara pointer) dari ceramah Asy Syaikh Doktor Yahya Al-Ghoutsaniy dengan tema “Wasa-il Ibda’iyyah lihifdzil Quranil Kariim”

Cara Kreatif Menghafal Al-Quran

DISADUR DARI SYAIKH YAHYA AL-GHOUTSANIY

Insya Allah, tulisan ini akan di-publish secara bertahap di QURANUNA ini.

Kepada para pendidik dan pecinta pendidikan terutamanya pendidikan Al-Quran, silahkan untuk mengembangkannya. Dan kepada anda para pembaca, dipersilahkan untuk mencubanya dalam kehidupan anda.

Pendahuluan:

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Dan firman-Nya pula: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr(15) : 9)

“Kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah…” (QS. Al-Hasyr(59) : 21) 5

Alasan Kita Menghafal Al-Quran

Mengapa Kita Menghafal Al-Quran?

1. Untuk Belajar dan Mengajar sebagaimana sabda Rasulillah SAW “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan Mengajarkannya” (HR. Bukhary)

2. Sebagai Hidayah dan Sarana Mendapat Hidayah dengannya. “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min…(QS. Al-Isra(17): 9)

3. Untuk Menjadikannya sebagai sarana ubat penawar. “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar …” …(QS. Al-Isra(17): 82)

4. Untuk tadabbur dan tafakur. “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shod(38) : 29)

5. Agar Allah SWT menjaga kita dengan Al-Quran tersebut. Sesungguhnya huffazh (orang-orang yang hafal Al-Quran dan menjaganya) mereka menikmati otaknya yang penuh cahaya, dan Allah SWT sentiasa menjaga mereka. “Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu…” (QS. Al Ankabut(29) : 49)

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr(15) : 9) Dan sungguh Al-Quran itu menjaga hati dan badan sekali gus.

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Jadikanlah ayat tersebut di dalam lembaran-lembaran hati dan pikiranmu, dan hapuslah semua kendala-kendala yang menghalangimu dari Menghafal.

Bukit Naga, 10-03-2009

Ini dia Cara Pertama untuk Menghafal (Tahfizh)

Hilangkan Mitos-Mitos Yang Menghambat Tahfizh

Dan di antara mitos-mitos itu adalah;

1. Menghafal Al-Quran itu Susah

2. Menghafal Al-Quran itu Memerlukan Waktu yang lama

3. Menghafal Al-Quran itu untuk anak kecil sahaja / adapun bila sudah remaja atau dewasa untuk membaca buku.

Hindarilah dan jauhkanlah diri kalian dari mitos-mitos tersebut dan justeru patrikanlah (beri stempel) dalam hatimu dengan perkataan

ولقد يسرنا

(Sungguh telah Kami Mudahkan)

Kita mengucapkannya ke atas orang yang mengaku dirinya sibuk dengan urusan keluarga, rumah, kerja atau pun studi, maka kita cukup mengucapkan;

Renungi dan hayati firman Allah SWT;

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32, 40)

Salah seorang akhowat berkata; “Sungguh aku telah mengetahui cara ini (yang akan dibahas) dan ternyata dalam satu minggu saya telah hafal Al-Baqoroh(2), Alu Imran(3) dan An Nisa(4).

Karenanya, musnahkanlah mitos-mitos masa lalu yang salah dan mulailah cara menghafal berikut dan katakanlah bi idznillah (dengan izin Allah) saya sanggup dan bi idznillah saya mampu melakukannya sebagaimana orang lain telah melakukakannya.

Sejenak kita menyimak kisah-kisah nyata yang bisa kita jadikan ‘ibroh (pelajaran dan hikmah) dan tathbiq (merealisasikannya) dalam kehidupan tahfizh kita yang dengannya kita menguatkan kekuatan potensi kita dan menjauhkan dari titik-titik kelemahan kita. Di dalamnya kita menyisihkan dari otak kita debu-debu kemalasan, menggerakkan kejeniusan di dalam hati kita…sungguh Allah SWT benar-benar telah memberi kita kedahsyatan otak dan kehebatan ingatan.

Salah satu hasil research telah menetapkan bahwa orang-orang jenius (cerdik-pandai) telah menggunakan kekuatan otaknya tidak lebih dari 10 % dari kecerdasan otaknya.

Untuk itu, saya menyeru kepada anda semua, wahai saudaraku, agar kalian mengaktifkan otak kalian dan arah atau sasaran yang shahih. Di sana ada banyak orang yang telah hafal Al-Quran Al-Kariim hanya dalam masa setahun, 6 bulan, 4 bulan dan ada juga yang telah hafal 30 juz dalam masa kurang dari 2 bulan dengan menggunakan cara tahfizh yang akan dijelaskan berikut.

Jika anda mampu menghilangkan mitos-mitos yang membelenggu dan mengganggu tersebut maka bergembiralah, sebab anda sekarang telah berada dalam arah yang benar.

Sekarang tanyalah diri anda Surah apakah yang dianggap paling susah dihafal di dalam Al-Quran….jawabnya, TIDAK ADA…

ولقد يسرنا (Sungguh telah Kami Mudahkan)

Setiap Surah di dalam Al-Quran itu Ringan dan Mudah juga lembut. Jika anda membacanya, hati anda menjadi tenang. “… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du(13) : 28)

Hindarilah dari mengucapkan Aku tidak mampu…aku tidak sanggup, atau aku LEMOT (lemah otak)…berhati-hatilah dari semua keraguan yang sangat berbahaya tersebut, karena ia bisa merusak cara tahfizh anda.

Bagi siapa saja yang berkata bahwa daya ingat anda lemah, boleh jadi hal itu dikatakan saat anda kecil, akan tetapi itu tidak benar. Anda memiliki daya ingat yang dahsyat, hanya saja anda belum mengaktifkannya dan menggunakannya dalam arah dan maksud yang benar.

Seorang pemuda yang meng-claim dirinya LEMOT dan hanya mampu menghafal satu halaman saja dalam seminggu (only one page per week). Maka kita diberitahu bahwa kamu boleh melakukannya dalam 10 menit saja, ia berkata; Mustahil. Maka berkatalah gurunya; “Keluarkan kata MUSTAHIL dari benakmu. Maka pemuda itu pun mencubanya. Dan pada hari berikutnya, pemuda itu pun datang dan ia sungguh telah hafal untuk pertama kalinya 1 halaman dari Surah Yunus dalam 9 menit saja. Satu menit lebih cepat.

Continue…

MISTERI PAGI

Maret 2, 2009

Shah Alam, 02-03-2009

Kini anak-anak yang dulu masih imut-imut, yang dulu masih duduk di bangku SMP SMART EI. Ya dulu tahun 2004, semua sudah duduk di SMU SMART EI di akhir tahun. Sebentar lagi mereka harus tinggalkan bangunan itu. Masing-masing akan membawa dirinya. Mungkin ada yang terus sambung kuliah. Mungkin juga bekerja karena harus membantu menghidupi keluarga, karena harus membantu adik-adiknya yang masih banyak lagi.

Di tengah kemungkinan-kemungkinan yang ada, maksudku yang terbayang di dalam benakku. Kuberharap ada di antara mereka yang benar-benar aktif mengajar Al-Quran. Saya percaya, mereka boleh mengajar atau membimbing anak-anak kecil atau mungkin orang yang sebaya, membimbing mereka untuk bisa baca Al-Quran. Kalau mereka kuliah, mereka boleh aktif mengajari teman-teman kuliahnya agar bisa baca Al-Quran dengan baik dan benar. Saya masih saja dirundung sedih karena betapa banyak ummat Islam yang belum bisa baca Al-Quran terutamanya di Indonesia, negeriku tercinta.
Wallahu a’lam, kalau saja kita survey pastinya jumlah orang yang bisa baca Al-Quran dengan yang tidak atau belum bisa Al-Quran sungguh tidak sebanding. Sepatutunya kita orang yang sudah memiliki pemahaman Islam yang baik dan benar, harus ikut menghidupkan “HIDUP DI BAWAH NAUNGAN AL-QURAN”.

Jika anda mahasiswa, masih banyak mereka yang belum bisa baca Al-Quran (ma’af bukan menuduh tapi mensinyalir), maka anda yang sudah fasih bacaannya buatlah program-program pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an.

Jika anda guru, maka sungguh masih banyak juga guru-guru yang belum fasih membaca Al-Quran, buatlah pengajian HARIAN atau mingguan untuk kelas Al-Quran. Kalau gurunya tidak bisa baca Al-Quran, gimana murid-muridnya yah….!!

Jika anda kepala sekolah, yah gimana caranya supaya orang-orang yang terlibat di dalam wilyah otoritas anda (guru, karyawan, pelajar) agar bisa baca Al-Quran. Saya malah pernah terbayang, waktu duduk di bangku SMP tahun 1991, mayoritas gurunya tidak bisa baca Al-Quran dan terbukti berganti-ganti kepala sekolah pun, justeru mereka sebagai pimpinan malahan tidak pandai baca Al-Quran. Teman-temanku waktu itu juga yang satu angkatan, lebih dari 90 persen tidak bisa baca Al-Quran.

Jika anda siapa saja; dosen, karyawan, kerja kantoran, kerja keluyuran, direktur, saudagar bawang, pedagang kaki lima, tukang jagal, ibu rumah tangga, TKW, wanita karir, atau pun kurir, berpikirlah Saya harus bisa Baca Al-Quran atau membantu orang lain supaya bisa baca Al-Quran.

Kemudian tidak berhenti sampai di situ, kita harus mengamalkannya, menegakkannya dan menjadikannya pegangan hidup kita dalam segala hal.

Pagi Seharum Kasturi

Kembali duduk bersilah di hadapan pelajar-pelajar SMP SMART EI masa itu. Lima belas menit sebelum shubuh. Satu per satu pelajar-pelajar itu harus bertalaqqi (baca Al-Quran di depan guru, didengar dan diperdengarkan).

Masa-masa paling indah yang pernah kurasakan dan tidak akan terlupa untuk selamanya. Gerak mulut dari setiap pelajar masih bermain di ingatan. Betapa susahnya seorang siswa mengucapkan Sin tanpa titik karena semua udara dalam mulutnya sebab pongah (ompong tengah), bahkan terlalu sering saya kena ‘siraman’ mulutnya. Menebar aroma pagi seharum kesturi. Dan ada juga seorang siswa yang memecah rekor dalam keterlambatan bangun pagi. Itu pun alhamdulillah, tetap bangun sebelum shubuh.

Lain lagi ceritanya dengan PESAN (Pesantren Alam Mingguan). Ini kenangan bersama santri-santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Hikmah Boyolali pada tahun 2000.

Masa itu saya setting kegiatan mingguan untuk pelajar-pelajar SD dan SMP yang ada di sekitar pondok. Isi kegiatan; bermalam di pondok, qiyamullail dan caraka malam. Salah satu yang menarik adalah saat keluar malam dan seluruh pelajar harus singgah ke masjid atau surau yang ada di sekitar kampung untuk membaca Al-Quran atau tahiyyatul masjid. Dilanjutkan menyeberangi sungai berbatu layaknya sungai pegunungan. Turun curam dan naik pun harus berhati-hati, licin dan gelap. Memang masa itu tak terpikir bahayanya dan alhamdulillah selamat dan berjaya. Di seberang sungai sana ada hamparan sawah padi yang baru saja dipanen. Disitulah saya bersama pelajar-pelajar mendirikan qiyamullail diiringi gerimis saat Ath-Thoriq surah ke-86 dan Al-Lail surah ke-92 dibacakan di dalam sholat.

Selanjutnya, keindahan-keindahan itu kini lahir dalam tulisan-tulisanku.

Quranuna Coloring

Februari 25, 2009

Shah Alam, 25-02-2009

To be continue… QURANUNA CHILD

Mewarna sambil Menghafaz

Mewarna sambil Menghafaz

Kami semua belajar Al-Quran. Selalunya ada je new something. Yang lepas kami menghafaz nama-nama Surah Al-Qur’an dengan cara menyambung cerita. Kali ini pula kami belajar Al-Quran sambil mewarna. Kami mewarnai gambar alam yang dah sedia. Just coloring je gambar yang sudah ada. Seperti gambar gunung yang di sekitarannya ada sawah, pokok-pokok, rumah, jalan dan orang tengah bekerja kat ladang. Setiap benda-benda yang ada dah diberi nombor. Biasanya dalam sekali coloring ada 5 hingga 10 nombor. Misalnya nombor 21, 22, 23, 24, 25…dan seterusnya. Lalu nombor-nombor terebut diberi warna yang berbeza. Seperti nombor 21 dengan bulatan warna merah, lalu bulatan warna merah itu ditulis ulang di bahagian tepi atau bawah gambar yang kosong dengan ditulis nama surah Al-Anbiya.

Coloring is one of ways to memorize and remembering together
Agak-agak, begitulah ayat yang muncul untuk menggambarkan keadaan mereka dalam belajar Al-Quran, menghafaznya dan mengulang-ulang. Tak perasaan, masa berlalu sangat cepat. Meskipun belajar tengah hari selepas dzuhur, kami tak mengantuk. Bahkan tetap fresh dan ingin terus sambung belajar Al-Quran. Banyak benda yang didapat dengan berbagai-bagai cara dan pendekatan.

Berhajat?
Boleh e-mail; mulazamah@telkom.net

Mewarna Sambil Belajar Al-Quran

Mewarna Sambil Belajar Al-Quran

طرق ابداعية لحفظ القران الكريم او لتحقيق هدف معين تريده

بسم الله الرحمن الرحيم
إخوتي الأفاضل
استمعتُ إلى شريط لمحاضرة من أروع المحاضرات التي سمعتها في حياتي،و قررت بعدها أن أهديها لكم ،خاصةً وأنها قابلة للتطبيق من أجل النجاح في إنجاز أي شيء آخر غير حفظ القرآن الكريم، فأرجو المتابعة ..لأن هذا الملخص سوف يُكتب إن شاء الله على حلقات.

هذه المحاضرة ألقاها الدكتور يحي الغوثانيعلى طالبات جامعيات بالشارقة،وهي مسجلة على شريط ينتجه ” المركز الإسلامي العالمي للإنتاج والتوزيع “-بني ياس- أبو ظبي، تليفون: 5825200 .
والدكتور يحي هو أحد العلماء الذين كرَّسوا حياتهم لحفظ ودراسة وتجويد القرآن الكريم، تخرج في كلية الشريعة بالجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة،وحصل على الماجستير في الدعوة ،والدراسات الإسلامية من المعهد العالمي لإعداد الأئمة،ثم على الدكتوراه من قسم التفسير بجامعة القرآن الكريم بالسودان ، وهو مُجاز في القراءات العَشر، ومُحاضر بمعهد الإمام الشاطبي .
وقبل أن تبدأ المحاضرة قال السيد مُنسِّق الحوار :” يقول الله تعالى ” ولقد يسَّرنا القرآن للذِّكر فهَل مِن مُدَّكِر”؟!!

ومن أدلة هذا التيسير أن القرآن الكريم هو الكتاب السماوي الوحيد الذي يحفظه مئات الألوف من الناس صغارهم ،وكبارهم ،فالتوراة لم يستطع أن يحفظها سوى أربع:
موسى”،وهارون”،و”عُزير” ،و” يوشع” ..حتى أن التوراة حين ضاعت في سَبي بابل لم يستطع كتابتها سوى “عُزير” !!!
ولقد سمعت عن مستشرق زار القاهرة مؤخراً ،فقال لأحد شيوخ الأزهر:” سننزع الإسلام من صدوركم”!!! فقال له الشيخ :”على رِسلِك
ثم أخذه إلى الشارع،فلقيا أطفالاً فطلب منهم الشيخ أن يقرءوا-من الذاكرةسوراً معينة من القرآن ، فقرأوا،والمستشرق مندهش،فسأل:” وهل كل أطفالكم يحفظون القرآن؟!! ” فسأله الشيخ:” وهل أبناءكم يحفظون الكتب المقدسة لديكم؟” ثم أردف الشيخ:” مادام أطفال المسلمين يحفظون القرآن،فلن تستطيعوا أن تنزعوا الإسلام من قلوبنا“!!!!!
والآن مع ضيفنا الفاضل الدكتور يحي الغوثاني، فليتفضل.

قال الدكتور الغوثاني:” بدايةً يجب أن نعلم جميعاً أن القرآن الكريم لا يحتاجنا لكي نحفظه،فقد تكفَّل الله تعالى بحفظه،ولكننا نحن الذين نحتاج لأن نحفظه كي يحفظنا الله!!!!
وعنوان محاضرتنا هو:” طرق إبداعية في حفظ القرآن الكريم من خلال البرمجة اللغوية العصبية
فما معنى هذا العنوان؟
أولاً: البرمجة تعني:عمل برنامج،والبرنامج هو خطة مؤلَّفة من خطوات تؤدي إلى نتيجة .
ثانياً: اللغوية : إن اللغة لها علاقة وطيدة بموضوع المحاضرة لأن اللغة هي الأداة والوسيلة التي تُستخدم في هذا العلم،وللغة نوعين:
اللغة الملفوظة: وهي الحروف ومخارج الحروف.
واللغة الملحوظة: وهي ما يلاحظه الآخرون من خلال حركات العين واليد والجسم ،وكذلك المدلول الخفي وراء الألفاظ..
والمقصود بالبرمجة اللغوية العصبية هو إعادة برمجة العقل من خلال اللغة ليفعل شيئاً نرغب في تحقيقه أو إنجازه،وموضوعنا هنا هو “حفظ القرآن الكريم

فالكلمة تؤثِّر في العقل اللاواعي فتتحكم من خلال ذلك في العقل الواعي سلباً أو إيجاباً،فبرمجة العقل تعني التحكم في العقل الواعي من خلال تغذيته برسائل إيجابية محفِّزة على التقدُّم والنجاح (وعكس ذلك الرسائل السلبية)
فكيف أرسل لعقلي رسائل إيجابية؟
بأن أجعل داخل شخصيتي حارس على عقلي ،فلا يتحكم فيه سواي،ولا أترك رسالة سلبية تتسلل إلى عقلي اللاواعي فتنتقل إلى عقلي الواعي فيتصرف من منطلق هذه الرسالة.
وبنفس الطريقة يمكنني برمجة عقول الآخرين…وأضرب لكم مثلاً على ذلك :
دخل مدرس -انتقل إلى إحدى المدارس حديثاً -إلى أحد الفصول ففوجىء بالمستوى المتدني للطلاب،فلما سألهم:” لماذا لا تحاولون ان تجتهدوا”؟ قال له أحد التلاميذ :”ولماذا نحاول؟ نحن أغبياء” ،فقال له :”ومن قال هذا؟قال “إن المدرس الذي كان يعلمنا قبل مجيئك كان دائماً يقول أن هذا هو فصل الأغبياء!!!”
ففهم المدرس السبب وقال لهم: سأثبت لكم العكس!!
وبدأ بسؤالهم سؤالاً سهلاً فأجابوه،فقال لهم:” هل رأيتم؟
ثم بدأ بسؤال أصعب قليلاً فأجابوه،فقال لهم:” ألم أقل لكم؟
ثم ظل يتدرج في صعوبة الأسئلة حتى استعاد التلاميذ الثقة بأنفسهم وبدأوا يُحرزون تقدُّماً ملحوظاً ،خاصة وأن المدرس كان حينما يدخل إلى الفصل كان يحييهم قائلاً:” السلام عليُكم أيُّها الأذكياء!!!!”

والآن ما علاقة الأعصاب بالموضوع؟!!!
إن كل ما نلمسه ونراه ونسمعه ونشعر به إنما يدخل إلى الدماغ عن طريق الأعصاب ،فحينما ينقر دبوس في رأس إصبعي فإن الأعصاب تحمل رسالة إلى الدماغ تقول:” هناك شيء طويل مدبب نفذ إلى الجلد الذي نحن مسؤلون عنهفيترجم له الدماغ:” نعم إنه شيء مؤذي ،فانتبهوا “،فيصدر أمراً لأعصاب اليد بالابتعاد عن الدبوس،وهذا يحدث في العقل اللاواعي في وقت دقيق جداً.
فالأعصاب إذن هي التي تحمل المعلومات إلى الدماغ ،وحتى الأحاسيس والمشاعر يتم ترجمتها-بنفس الطريقة- في الدماغ بعد أن تنقلها الأعصاب!!!!
والآن دعونا نتحدث عن آليات النجاح في حفظ القرآن الكريم .

إ ن النجاح في أي شيء يمكن تحقيقه من خلال الأشياء السبع التالية،وهذه الأشياء تم استخراجها كقواسم مشتركة بين العديد من الشخصيات الناجحة في العالم بعد أن تم دراسة حياتهم وطريقة كل منهم في النجاح… وهذه القواسم المشتركة هي:
1-
الشَغَف بالموضوع:
الشغف ماخوذ من شِغاف القلب ،وهي الجلدة الرقيقة الملامِسة للقلب،ولذلك جاء في القرآن الكريم:” ولقد شَغَفها حُبَّاً” ،فالشغف مرتبة أعمق من الحبفإذا أردتَ أن تنجح في مشروع فلا يكفي أن تحبَّه بل أن تكون شَغوفاً به ،فتجد نفسك تعمل به ليل نهار،لا تكل ولا تمَل ،ولا تقصِّر،ولا تشعر برغبة في النوم أو الأكل …بل تظل مقبلاً على العمل بجد واجتهاد.
ولكن ماذا لو لم أكُن شَغوفا ًبعمل أود إنجازه ….أي بكلمات أخرى:
كيف أقوم بتوليد الشَغَف؟!!! أولاً: حدِّد هدفك ،أي قل لنفسك ماذا تريد بالتحديد
لا تقُل أريد حفظ القرآن،بل قل(كبداية) أريد أن أحفظ سورة البقرة
فحين أرادوا معرفة سر نجاح كبرى الشركات في العالم وجدوا أن هذه الشركات تكتب هدفها بشكل عريض واضح ،ويقوم مجلس الإدارة بقراءة هذا الهدف في كل اجتماع له ،كأن يقولوا مثلاً: ” نريد تحقيق مائة مليون هذا العام” أونريد إنتاج 10 مليون قطعة من منتجنا “…إلخ
ثانياً:أُنظر إلى مثل أعلى لك في هذا المجال .وفي مجال حفظ القرآن ما أكثر المُثل العُليا،فهناك الكثير ممن حفظوا القرآن الكريم منذ عهد الإمام الشافعي رحمه الله،وحتى عصرنا هذا قبل أن يبلغوا العاشرة من عمرهم.
وفي المدينة المنورة هناك طفلة عمرها ثماني سنوات حفظت القرآن ،فبحثوا في برنامجها اليومي فوجدوا أنها تنام بعد العشاء مباشرة،كما أنها متفوقة جداً في دراستها بالمدرسة ،ومستقرة جداً في حياتها الأسرية ،كما أنها لا تشوِّش على عقلها بالبرامج غير الهادفة على التلفاز.

العبارة تقول:
أنا شخصية هامة،فاحتَرِمني

فإذا احترمتَ الآخرين فإنهم سيحبُّونك،و

وهناك نموذج رائع آخر وهي” أم طه “وهي امرأة عمرها سبعون عاماً تعمل في خياطة جلابيب النساء ،فكانت تمر بها أخوات ذاهبات لحلقة تحفيظ القرآن،ليخيطن عندها ،فرأت ذات مرة أوراق بأيديهن،فسألتهن عنها،ولكنهن سخرن منها لأنها أُمِّية ،فقالت لهن:
أنا أريد فقط أن أعرف كيف أكتب اسم ربي( الله)
فلما كتبوا لها لفظ الجلالة أعجبها كثيراً وصارت بعد ذلك تفتح المصحف وتبحث عنه ،وفي مرة تالية قالت لهن:إذا أردتُنني أن أخيط لكن جيداً فعلِّمنَني قراءة العربية…فرقَّت لها إحدى الفتيات ،وقالت لها: “إن كل شيء ممكن يا خالة”،وبدأت بتعليمها تهجئة الحروف،ثم الكلمات،ثم بدأت السيدة تقرأ القرآن الكريم بالتهجِّي ،فلما ختمته قراءة ًعلى إحدى معلمات القرآن أهدتها كتاباً يتحدث عن كيفية حفظ القرآن،فلما قرأته شعرت وكأنها في العشرين من عمرها ،فشغفت بالقرآن،وفي الصيف الماضي علمتُ أن أم طه –ذات السبعين سنة- قد حفظت خمسة عشر جزءاً من القرآن!!!! وأرجو أن أسمع قريبا ً أنها ختمته!!!!!

والآن نعود إلى كيفية توليد الشغف:
ثالثاً: تشجيع النَّفس:بأن تقول لنفسك:” إن عقلي لا حدود لقدراته وطاقاتهولا تَقُل:”إنني لا أستطيع أن أحفظ سوى جزء عمَّ،والبقرة وآل عمران،وهناك عبارة جميلةجداً ومُبدعة يجب أن تقولها لنفسك لتساعدها على الشغف بما تريد أنجازه،وهي مقسمة إلى ثلاث أجزاء:
أنا قادر على ذلك
أنا أستطيع فعل ذلك
أنا جدير بذلك.
ومادام غيري قد نجح فلماذا لا انجح أنا؟

رابعاً: المحاكاة( وهي المفتاح الحقيقي لتوليد الشغف)
وذلك بأن تنظر إلى مَن حفظ القرآن الكريم : ماذا كان يفعل حتى حفظه؟ ماذا يأكل ماذا يشرب،متى وكيف ينام،…إلخ.
ولقد رأيت أحد النماذج من حفظة القرآن، إستطاع أن يحفظ القرآن في خمسة وخمسين يوماً فسألته عدة أسئلة لأستكشف نمط حياته وبرنامجه اليومي،فوجدته شخصاً عادياً جداً لا يأتي بشيء خارق،ولكنه كان يحفظ كل يوم تسع صفحات من القرآن الكريم،كان يبدأ بعد الفجر،ثم يكررها في صلاة الضحى،ثم في صلاة الظهر،ويراجعها في صلاة العصر…وبعد صلاة المغرب يقوم بالتسميع على شيخ .

فإذا حاكيتَ هؤلاء ،وجرَّبتَ عقلك فسوف تكتشف العجب العجاب،فإذا أردت ان تكون داعية فحاكي الدُّعاة الناجحين،وإذا أردت أن تكون صاحب شركة ناجحة ،فحاكي أصحاب الشركات الناجحة،وهكذا.

2- قوة الإيمان والاعتقاد بأنك ستنجح:
هذه القوة يجب أن تكون جازمة، راسخة،لا تهتز،ولا يعتريها أدنى ريب.
وأضرب لكم مثلاً: زرت أخاً لي فأردت أن أشرب،فملأ كأس ماء ثم قال لولده: ” إعط هذا الكأس لعمَّك ،ولا تسكب الماء”!!،ولأن هذه العبارة هزَّت ثقة الولد بنفسه فقد سكب الماء!!!
هناك تحليل آخر لهذه العبارة وهو أن العقل اللاواعي لا يحب كلمة ((لا)) بل يحفظ الكلمة التي تليها . فإذا قلت لكم لا تفكِّروا في حصان لونه أسود،فإنكم لابد –بعقلكم اللا واعي- ستفكرون في حصان لونه اسود!!!!

3- الاستراتيجية:
هذه الكلمة تعني الخطة الصحيحة ذات الخطوات المنطقية.
وهي نوعان:
أ-الاستراتيجية قصيرة المدى
ب- الاستراتيجية بعيدة المدى .
ما الفرق بينهما؟
إن الاستراتيجية قصيرة المدى هي التي يبدأ تحقيقها من ((الآن)) ،فأول خطوة منها تبدأ الآن !!فلكي تحفظ القرآن الكريم عليك (الآن) أن تشتري مصحفاً ذا شكل جذاب ومريح للعين،وأن تشتري كتاباً به أفكار عن كيفية الحفظ بسهولة،و تتصل بأخ لك يشجعك على الحفظ،وان تتصل بحلقة قرآنية لتسجل اسمك بها،أو تبحث عن شيخ مناسب تقوم بالتسميع له…وكل هذا لا يحتمل التأجيل.
أما الاستراتيجية بعيدة المدى فهي التي يمتد تنفيذها إلى عشر سنوات، مثل أن تكتب: خلال سنة يجب أن أكون قد ختمت خمسة أجزاء من القرآن .
وهناك مقولة تقول إن الذين يحدِّدون أهادافهم يحققون 30% منها،أما الذين يكتبون أهدافهم فيحققون 90% منها .
ولعل هذا سببه أن الكتابة ترسِّخ المعلومة من خلال الأصابع التي تنقلها إلى الأعصاب،ومنها لى العقل،فترسخ.

ولقد اجروا دراسة في الجامعة الأمريكية فسألوا عينة من الطلاب: ” من حدد أهدافه في الحياة وهي لديه مكتوبة؟” (وبمعنى آخر: من كتب ما يريد تحقيقه في حياته؟)وكانت النتيجة أن ثلاثة من الطلاب فقط هم الذين كتبوا أهدافهم….وبعد 20 سنة بحثوا عن نفس الطلاب عينة الدراسة ،فوجدوا أن هؤلاء الثلاثة الذين كتبوا أهدافهم هم الذين يملكون أموالاً أكثر من بقية الطلاب!!!!.
فإذا أردت ان تدخل قاعة بابها مغلق بالمفتاح،فلديك طريقتان: إما أن تكسر الباب،وإما أن تبحث عن المفتاح لدى المختصين…هذا المفتاح له مواصفات معينة ،وسنونه لها تعريجات معينة حتى يفتح هذا الباب بالذات!
،هذه الخطة أو الاستراتيجية هي المفتاح المطلوب لتحقيق الهدف.
أما كسر الباب فيعني الدخول بدون خطة ،وهذا هو حال من يحفظ القرآن وينسى،أو يحفظه بدون تركيز،أو يعجز عن مواصلة الحفظ…إلخ.

4وضوح القِيَم والأخلاقيات والمبادىء:ما هي أخلاقيات ومبادىء وقيم المشروع؟
إن القيم والمبادىء الخاصة بمشروع مصنع أكواب هي ألا نقلِّد منتج لمصنع آخر ونضع عليه اسمنا،وألا نقترض من بنك رِبَوي،وأن نتقن صناعة الأكواب،وان نكون صادقين في مواعيد التسليم..وهكذا.
و مشروع حفظ القرآن أيضاً له قِيَم مثل:
إخلاص النية لله تعالى ،
والتقوى،
والإيثار،
وصدق الأُخوة في الله،
والعمل بما نحفظ،
والاستعانة بالله تعالى ،
وعدم الغرور أو التكبُّر…وهكذا.
وبقدر ما تنقص القِيَم في حياتنا بقدر ما ينقص النجاح !!!!


-5-
الطاقة:
وهي الصبر والتحمُّل والثَبات،والجَلَد ،وهي تنقسم إلى نوعين: بدنية ،ونفسية.
فيجب على من أراد حفظ القرآن أن يستيقظ قبل الفجر ليحفظ(وهو أفضل الأوقات)، أو يبدأ بعد الفجر( وهو ثاني أفضل الأوقات
ومن أجل هذا يجب أن ينام مبكِّراً،فنجده يضغط على نفسه كي يتمكن من النوم مبكراً، وسبحان الله إن الطاقة لها تأثير كبير في تيسير حفظ القرآن الكريم .
فكيف نولِّد الطاقة ،وكيف نزيدها؟
من خلال:
*
وضوح الهدف من الحِفظ(كأن يحفظك الله بالقرآن،أو يبارك لك في دنياك وآخرتك…إلخ)
*
استحضار الثواب والأجر في الدنيا والآخرة(أن تكون من أهل القرآن الذين هُم أهلُ الله وخاصَّتُه ،وأن كل حرف تتلوه بعشر حسنات،وأن فضل القرآن على سائر الكلام كفضل الله تعالى على خَلقه، وأن كل آية ترفعك درجة في الجنة ،وكل درجة مقدارها كما بين السماء والأرض)
*
توليد الشَغف كما ذكرنا من قبل .تخيُّل رضوان الله عليك وأنك حين تقرأ القرآن فإن الله تعالى يكلِّمك.
*
الارتباط الروحي والقلبي والجسدي بالقرآن الكريم،لذلك يقولون أن مَن حَفِظَ القرآن في طفولته اختلط بلحمه ودمه !!!!
مثال: الشيخ ” فتح محمد البَتِّي” شيخ القرَّاء في الباكستان ،كان مشلول الوَسَط ،وكفيف البَصر،ولكنه كان يصلي الوِتر بعشرة أجزاء من القرآن كل ليلة !!!!

هذا هو التَوَقان إلى ما عِند الله تعالى .

وانظر إلى طاقة الحبيب محمد صلى الله عليه وسلم حين دخل عليه أحد الصحابة في المسجد فظنَّه شجرة من شدة خشوعه ،وثباته وطول وقوفه،فلما عرفه دخل معه في الصلاة ،فاستفتح البقرة،فقال يركع عند المائة، ثم دخل إلى آل عمران،فقال : يركع عند المائة، فدخل في النساء…يقول هذا الصحابي،فظل النبي يقرأ حتى همَمْتُ بأن آتي شيئاً مُنكَراً( أي أن أدَع الصلاة) !!!
وقالت لي إحدى الأخوات أنها كانت تولِّد الطاقة بأن تستحضر أنها تقرأ على الله تعالى ،وتتذكر يوم القيامة حين يُقال للمؤمن:” إقرأ وارتَقِ ورَتِّل كما كُنتَ ترتل في الدُّنيا،فإنَّ منزلتك عند آخر آية تقرؤها“.

6- الارتباط بشخصيات المشروع:
إن شخصيات مشروعنا هم القرَّاء ،والعلماء والشيوخ،فتجد نفسك متشوِّفاً ومشتاقاً إلى أئمة الحرمين،وإلى الشيخ الحُصري،والشيخ المنشاوي،،فتكون مرتبطاً بهم روحياً ، هؤلاء الذين إذا رآهم الناس ذكَّروهم بالله تعالى من خلال أخلاقهم ولباسهم وتصرُّفاتهم .
هناك أيضاً الارتباط بزملاء المشروع،الذين يشجعونك ويحفِّزونك من خلال اللغة غير المقروءة أو المسموعة ،فهؤلاء يذكِّرونك بالمشروع دون أن يتحدَّثوا.
وتذكَّر أن ” يدُ اللهِ مع الجماعة” و” إنَّما يأكل الذِّئبُ مِن الغَنَم القاصية

7-إجادة وإتقان فن الاتصال:
وهو أمر مهم جداً ،وكل إنسان لابد له من أن يتصل مع ذاته،(وهو اتصال داخلي)،ومع الغير(وهو اتصال خارجي)…فإذا لم تُجيد فن الاتصال بنوعيه فأنت فاشل!!!!
ولكن
كيف أجيد الاتصال الداخلي؟
من خلال محاولتي لفهم نفسي والإصغاء لما بداخلي ،ومعرفة قدراتي وطاقاتي ومواهبي،ولا ينبغي أن أتصل بنفسي اتصالاً سلبياً فأجلد نفسي بتأنيب الضمير وتوبيخ النفس باستمرار!!
ولكن يجب أن أقوم بإلغاء هذ الرسائل السلبية ،واكلم عقلي اللاواعي بشكل إيجابي،كأن تقول الفتاةلنفسها :” أنا فتاة محترمة ،ومُجِدَّة ،ورائعة، أنا أَمَةُ الله،أنا غالية على الله ،ولولا أنَّ لي شَأنٌ في الحياة لَما خلَقَني الله ،إذن يجب أن أعرف هدفي وأكتبه،وأسعى لتحقيقه.” وبهذا تُجدد الإبداع داخلك ،فإذا جاءتك رسالة سلبية من الغير(أي من الخارج) فلا تستقبلها ،بل اطردها قبل أن تتسلل إلى عقلك اللاواعي ،واجعل عقلك الواعي حارساً يَقِظاً ،فلا يسمح بالدخول إلا للرسائل الإيجابية!!!
وكيف أجيد الاتصال الخارجي؟
إن الاتصال الخارجي فن عجيب ،فينبغي أن أعرف كيف أتواصل مع أساتذتي وشيوخي وزملائي…فكل من يحتك بنا إما أن يكون :
أعلى مِنِّ منزلة،أو قَدراً أو عُمراً ، أو في مثل منزلتي، أو أدنى مني، وكُلٌ له أسلوب في الاتصال به،ولك أن تقرأ كتاباً في فن الاتصال لعله يعينك…ولكن بشكل عام:حينما أتحدث إلى إنسان ولا أنظر إليه ولا أنظر إلى عينيه،ولا ألاحظ ردود أفعاله على وجهه وحركاته وخلجاته،ولا أتحدث معه بنفس لغته ومستواه العقلي …فإن هذا الاتصال سيِّء!!!!
ولك أن تتخيل أنه مكتوب على جبين كل إنسان-حتى ولو كان طفلاً- عبارة واضحة ولكن الجميع لا يقرؤنها، هذه

يحترمونك ويتواصلون معك لأنك قرأت وفهمت ووعيت الرسالة المكتوبة على جبين كل منهم !!!!

إلى هنا تنتهي آليات النجاح السبعة،وهي:
الشغف بالموضوع،وقوة الإيمان والاعتقاد بأنني سأنجح،ووضع الاستراتيجية،ووضوح القيم والمبادىء والأخلاقيات الخاصة بالمشروع،وتوليد الطاقة،والارتباط بشخصيات المشروع،وإجادة فن الاتصال .

كيف أبرمج عقلي على شيء معين؟!

لكي أفعل ذلك عليَّ أن أرسل رسالة لعقلي مؤلَّفة من خمس مواصفات، فإذا اختلَّت مواصفة واحدة فلن ينجح هذا المشروع ،أياً كان سواء كنت تريد أن تحفظ القرآن أو تنجح في شركتك ،أو في دراستك،أو في أي شيء ،ولك أن تجرِّب نفسك،فالتجربة خير بُرهان.
وهذه المواصفات هي:
1-
أن أعطي لعقلي رسالة واضحة محددة ؛ فإذا قُلتَ : “أريد أن أكون من حُفَّاظ القرآن” فهذه رسالة ليست محددة،بل يجب أن تقول:” أريد أن أحفظ سورة البقرة في شهر” فهذه رسالة محددة .
2-
أن تكون الرسالة إيجابية وليست سلبية وذلك بأن تُركِّز على ما تريد وليس ما لا تريد…فالرسالة السلبية هي التي تبدأ بكلمة (لا) ،فإذا قلتأنا لا أريد أن أغضب” فهذه رسالة سلبية ،فالعقل اللاواعي له مفتاح فإذا استخدمت المفتاح المناسب عرفت كيف تدخل عليه بطريقة سَلِسة ،و عندها ستلاحظ تغييراً عجيباً

(وكما قلنا أن العقل اللاواعي يحذف كلمة “لا” ويحفظ ما بعدها)
فبدلاً من أن تقول:” أنا لا أريد أن أدخِّن” قل لنفسك:” أنا أريد أن أحافظ على صِحَّتي
وبدلاً من أن تقول ” أنا لا أريد أن أنسى ما حفِظت من القرآن” قل :” أنا أريد أن أكون حافظاً متميزاً للقرآن،
وتذكر سيدنا يعقوب حين قال لأبناءه:” إنِّي لَيَحزُنُني أ نْ تَذهَبوا به ،وأخافُ أن يَأكُلَهَ الذِّئبُ وأنتُم عَنهُ غافلون” ،فلما عادوا لأبيهم قالوا له:”إنَّ ذهبنا نستبِقُ وتركنا يوسف عند متاعِنا فأَكَلَهُ الذِّئبُ ” !!! وكأن كلمة أبيهم كانت رسالة موجَّهة لعقلهم الباطن، فأعطاهم –من خلالها – فكرة يقولونها لِيُخفوا بها جريمتهم!!!

3- أن تدل الرسالة على الحاضر وليس على المستقبل،فلا تَقُل:” سأحفظ القرآن” ،بل قل:” أحفظ القرآن بإذن الله تعالى ” ،فالسين وكلمة سوف تعني أنك لن تبدأ الآن،والمطلوب هو أن تبدأ الآن .

4-أن يصاحب الرسالة التي أعطيها لعقلي اللا واعي إحساس ومشاعر بتحقيقها، وذلك بأن تتخيل نفسك وقد حققت الهدف،فتعيش لحظات فرحتك بحفظ القرآن،ولحظات تتويجك بتاج نوره أقوى من الشمس يوم القيامة !!!
عِش أحاسيسك وأنت تقرأ القرآن يوم القيامة وترتقي ، فتفوز بكل آية تقرؤها بدرجة من درجات الجنة ، مقدار كل درجة كما بين السماء والأرض!!!!

5- أن تكرر هذه الرسائل كثيراً ،كأن تكررها طوال اليوم ،أو قبل النوم مثلاً،والأفضل أن تنشغل بمشروع واحد في كل فترة حتى تنجزه بإتقان ثم تتحول إلى مشروع غيره .

فمشروعك اليوم مثلاً أن تكون شخصية جذابة، فتعيش اليوم كله مشاعر هذه الشخصية،فتبتسم للجميع ،وتتحرك بلطف،وتكون خفيف الظِّل،رفيقاً بالآخرين…وهكذا. وتذكَّر أن المريض الذي لا يريد أن يتحسَّن لن يُشفى .

وهناك تجربة أجريتها مع فتاة كان هدفها أن تستطيع أن تتحدث أمام مجموعة من الناس ولو لمدة ثلاث دقائق دون أن تتلعثم ،فقلت لها أرسلي لنفسك رسائل مثل:

أنا أريد أن أتمتع بصوت جهوري كي أوصل فكرتي للجمهور.
أنا أريد أن أجمع معلومات كافية حول الفكرة التي سأتحدث عنها
أنا أريد أن أرتب أفكاري ترتيباً منطقياً حتى تصل إلى الجمهور بسَلاسة
أنا جديرة بأن أقف أمام الجمهور وأكلمهم وأفيدهم وأُمتعهم.
أنا واثقة من قدراتي فأنا قادرة على مواجهة الجمهور بأعصاب هادئة ثابتة.
أنا أستطيع التركيز على فكرتي والمعلومات التي أريد أن أوصلها للجمهور أكثر من التركيز على الجمهور الذي يشاهدني
أنا الآن خطيبة مفوَّهة جريئة أتكلم بقوة أمام الجمهور.

وقلتُ لها : عيشي أحاسيسك وأنت تتكلمين وأمامك الأخوات يصفِّقن لك ،فلما واصلت إرسال مثل هذه الرسائل لعقلها اللاواعي،وعاشت تلك الأحاسيس،أعطيتها فرصة لتتكلم لمدة ثلاث دقائق أمام جمهور ،فإذا بها تتكلم لمدة سبع دقائق!!!!

بل والأغرب من هذا أنها أضحكت الحاضرين بنُكتة –وهو أمر ليس سهلاً على الإطلاق بالنسبة للخطباء المفوَّهين- فكسرت بذلك الحاجز بينها وبين الجمهور،وكانت تجربة ناجحة جداً!!!!!!
كانت تلك هي مواصفات الرسائل الناجحة التي ينبغي أن أرسلها لعقلي اللا واعي كي أنجح في تنفيذ مشروع ما أو تحقيق هدف ما.

،والآن أريد من الجميع أن يجرب بنفسه التجربة التالية:
إن التجربة تتعلق بوضع الاستراتيجية ،وما عليك إلا أ ن تُحضر قلما ًوورقة،وتجلس في مكان هادىء لا تسمع فيه سوى صوت أنفاسك،ثم تقفز بفكرك إلى عشر سنوات قادمة،وتتخيل أنك الآن في عام 2014 فماذا تحب أن ترى نفسك ذلك العام،و ماذا تحب أن تكون وقتها؟!!

قد يكون ما تريده إنجازات كبيرة جداً ،أو أحلاما ًمتواضعة،إكتبها كلها واحلم كما تشاء إلى أبعد حدود ،
أكتب أشياء إيجابية تتعلق بك وبأسرتك وزوجتك وأولادك ….وكلما كتبت فكرة خُذ نَفَساً عميقاً:شهيق بعمق،ثم احبسه لدقيقة أو أكثر،ثم شهيق ببطء
هذه هي حياتك بعد عشر سنوات،فماذا تريد أن تكون.؟!!!

مؤلِّفاً مبدعاً، أم مفكِّراً إسلامياً ،أم داعية ناجح،أم مدير لشركة ناجحة،أم مؤسس لهيئة إغاثة إسلامية عالمية،أم أب لخمسة أطفال كلهم من حَفَظة القرآن…كل ما تريد، بدون قيود.
ولقد فعلت ُذلك مع نفسي ،والحمد لله لقد تحقق بعض من هذه الأحلام والبعض الآخر لا يزال في طريقه لذلك إن شاء الله .

وأرجو أن أقابلكم جميعاً بعد عشر سنوات…وأنا على يقين من أنكم ستستطيعون –بعون الله – تحقيق بعض أحلامكم التي كتبتموها.
أشكركم ،وبارك الله فيكم ، والحمد لله ربِّ العالمين .

Shah Alam, Malaysia
Bukit Naga, 24-02-2009

Tuition Al-Qur’an lagi berjalan. Pelajar-pelajar darajah 3, 2, 1 dan masih ada lagi yang berumur baru 4 tahun. Mereka semua mengikuti pengajaran Baca Al-Qur’an metode QURANUNA dengan semangat membara. Belajar Al-Qur’an sambil belajar dasar-dasar sains terutamanya ‘Math Magic’ dan ‘Quantum Learning’.

Apa ke yang menarik?

Perhatikan contoh berikut;

Surah At-Taubah Surah ke-9.
Jom kita berseronok dengan rumusan ‘math magic’. Biarpun mengarut tapi betul. Belajar dengan rileks tetapi menghebohkan.

The 9 Multiplication is Easy and Unique
Surah yang ke-9 adalah surah At-Taubah. Setiap pelajar agar memegang selembar kertas A4. Kemudian masing-masing membahagi (devide) dalam 9 bahagian yang sama dari satu lembar A4 tersebut. Kesembilan bahagian itu kemudian digunting atau boleh juga dipotong dengan mistar. Sehingga ada 9 lembaran baru yang kecil-kecil dan sama saiznya. Masing-masing lembaran agar ditulis dengan aturan sebagai berikut;
1. Lembar Pertama
– Pelajar menulis nombor 1 to 10 di bagian atas lembaran dengan jarak sedikit lebar.
– Pelajar menulis perkalian atau darab (multiple) dengan nombor 9 di bawah nombor 1 – 10.
– Pelajar dibagi contoh rumusan ‘math magic’ seperti ini;
Contoh;
2 x 9 = 9.
Cara mengerjakannya adalah hanya dengan melihat nombor 2, dengan langkah-langkah berikut;
a. (2-1) = 1
b. (9-1) = 8
Maka total perkalian 2 x 9 = 18 (masukkan hasil dalam a dan b)
Kemudian untuk mengetahui jumlah totalnya dengan memasukkan rumusan selanjutnya;
1+ …= 9, maka titik-titik itu berarti = 8. Maka hasil total yang sesungguhnya dari 2 x 8 = 18
Dan begitu seterusnya; 3 x 9, 4 x 9, 5 x 9 hingga 10 x 9.
Cobalah dengan cara yang sama;

3 x 9 = …
a. (3-1) = 2
b. (9-2) = 7
Hasil total = 27

7 x 9 = …
a. (7-1) = 6
b. (9-6) = 3
Hasil total = 63

Mudah Bukan?
Sekarang merka sudah tahu bahwa surah yang ke-9 adalah At-Taubah.

Selanjutnya, kita akan sambung dalam kelas tuiton. Bagi anda para orang tua yang berminat untuk anak-anak anda yang masih belajar di Sekolah Rendah dan berminat untuk register atau mengikuti QURANUNA, Tuition Al-Qur’an, Sila Call or SMS to
014 3650 252.

Tempat Belajar : Asrama Anak Yatim, Jln Klinik Seksyen 32, Bukit Naga 40460, Shah Alam
Waktu / Masa : Isnin dan Khamis ( 2x per minggu)

For further information, please contact me at 014-3650 252
or e-mail : mulazamah@telkom.net

PASIR ANAK-KU

Januari 29, 2009

Shah Alam (Malaysia)
Saya berada di Asrama anak yatim, Bukit Naga. Tidak seperti biasanya, suasana ramai bersama anak-anak Asrama Haluan Penyanyang (AHP), kali ini sepi. Mereka semua balik kampung karena cuti (liburan) sekolah selama sebulan lebih. Saya memeanfaatkan waktu dengan membersihkan halaman asrama. Olahraga pagi dengan menyapu. Banyak sekali pasir-pasir berserakan mengingatkan akan isteri dan anak-anakku di Indonesia. Terutama jundiku yang kedua, Muqri.

Saya merindukan saat intens bersamanya. Hampir setiap hari ada saja ide-ide dalam menanmkan nilai-nilai Al-Quran ke dalam jiwa anak-anakku. Salah satu epidose hidup yang menarik ketika Muqri meminta bermain pasir di halaman asrama (saat itu kami sekeluarga tinggal di Asrama Guru). Ia merengek-rengek agar bermain pasir padahal waktu maghrib hampir tiba. Saya berusaha membujuknya agar menunda hasratnya. Saya berjanji jika ia bersabar, besok pagi saya akan menemaninya bermain pasir sepuasnya.

Pagi tiba. Muqri terjaga dan belum lagi mandi, ia langsung menagih janji untuk bermain pasir bersama. Kami berdua turun ke halaman asrama menuju tumpukan pasir yang sedang digunakan untuk membangun dapur baru asrama. Saya menatap tajam tumpukan pasir, menerawang jauh ke belakang mengingat-ingat masa kecilku dulu.Kira-kira permainan yang menarik dan berkesan bagiku saat kecil mungkin juga akan menarik bagi  anakku sekarang ini.

Sembari terus menatap pasir dan menyaksikan Muqri yang sedang asyik bermain pasir sejak awal. Tiba-tiba saya teringat satu permainan. Segera  saya mengeruk pasir membuat lubang-lubang kecil merangkai tiga huruf yang berbunyi ‘GUA’. Exciting. Sambil berimajinasi seakan tumpukan pasir itu sebagai gunung dan lubang-lubang kecil laksana gua di lereng-lereng gunung. Satu kata yang belum pernah Muqri mengucapkannya, menambah glossary dalam kamus otaknya.

Muqri terus asyik bermain gua. Saya menggerakkan jari-jari tangan seumpama kaki-kaki manusia sedang berjalan mendaki gunung dan berehat masuk ke dalam gua. Saya memperkenalkan nama gua tersebut dengan gua HIRA. Saya pun menjelaskan tentang gua hira dimana wahyu pertama kali diturunkan. Saya pun membacakan 5 ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq dengan penekanan pada kata ‘IQRO’; bacalah, bacalah dan bacalah. Begitulah permainan pagi itu berlalu membawa kepada suasana yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Hanya karena keinginan untuk mendidik anak dengan Al-Quranlah yang melahirkan permainan bermakna tersebut.

Selepas mandi pagi. Ummi Muqri sambil menyuap makanan bertanya padanya; “Muqri, barusan bermain apa dengan Abi?” serta merta Muqri menjawab; “Gua Hira…”

Kenangan Bersama Muqri di usia 3 tahun.
Salam Rindu dari Abi

THIS IS THE QURANUNA METHOD

THIS IS THE QURANUNA METHOD

Ahad, 27 Juli 2008

Kira-kira ada 150an ibu guru atau pun kepala sekolah TADIKA (Taman Pendidikan Kanak-Kanak) dan TABIKA (Taman Bimbingan Kanak-Kanak), di Indonesia biasa disebut dengan istilah TK (Taman Kanak-Kanak). Mereka dengan antusias mengikuti pelatihan.

Sebenarnya pelatihan ini bukan untuk promosi Metode Quranuna. Karena Allah SWT berkehendak melalui kebaikan hamba-Nya yang bernama Doktor Azizan (dosen di Universtias Kebangsaan Malaysia). Beliaulah yang memberi ruang kepada saya untuk tampil mempresantasikan Quranuna. Ini juga disebabkan karena saya tinggal di Asrama Haluan Penyayang (AHP) dibawah pimpinannya dan membantu proses tarbiyah bagi anak-anak di asrama.

Masa yang diberi 20 menit saja, namun tak terasa satu jam melebihi jatah yang sudah ditetapkan. Mohon dimaklum. Banyak juga pertanyaan dari ibu-ibu yang datang dari seluruh penjuru negeri Selangor dan Shah Alam. Karena waktu yang membatasi pula, bagi peserta yang ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan boleh sms ke +60143650252 atau e-mail ke quranunaclub@yahoo.com.

Hafazan dengan bahasa isyarat.

Fasilitator memeragakan salah satu metode hafazan dengan gerak tubuh atau bahasa tubuh. Dimulai dengan senam gerak tangan dengan telunjuk menunjuk ke bawah sambil digerakkan naik-turun dua kali, peserta diminta untuk mengucapkan kata al yauma (pada hari ini), tangan kanan dengan kelima jari menutup mulut peserta diminta mengucapkan kata nakhtimu ‘ala afwahihim (kami tutup/kuncji mulut mereka), kedua tangan dengan jari-jari dibuka-tutup seperti mulut burung peserta diminta mengucapkan wa tukallimuna aidihim (dan berkata kepada kami tangan mereka), kedua tangan dengan memegang kedua kaki dan kaki ditepuk-tepuk atau digerak-gerakkan peserta diminta mengucapkan wa tasyhadu arjulum (dan bersaksi kaki mereka), dan terakahir kedua tangan diangkat ke atas dan digerakkan ke belakang kepala seakan membuang sesuatu, peserta diminta mengucapkan bimaa kaanuu yaksibun (karena apa yang telah mereka usahakan).

Demikianlah peragaan menghafal satu ayat dari Surah Yasin (QS. 36 : 65). Peserta langsung hafal dan memahami artinya. Inilah salah satu metode Quranuna.