Menghafal Al-Quran A la Orang Buta

Januari 15, 2009

Dari judul tersebut, tentulah tulisan ini ditunjukkan kepada orang yang normal penglihatannya. Dimaksudkan agar kita yang telah diberi oleh Allah SWT dua buah matabanyak bersyukur kepada-Nya. Salah satu ungkapan syukur tersebut dengan menggunakan mata kita untuk melihat sesuatu yang Allah SWT ridhai. Contohnya, MENGHAFAL AL-QURAN.

Tema kita kali ini, bagaimana kita yang memiliki penglihatan normal sekali-kali belajar menghafal dari orang-orang buta atau kita menghafal Al-Quran seakan-akan kedua mata kita telah buta. Sebab banyak sudah orang yang buta telah hafal Al-Quran dan sebaliknya kita yang ‘melek’ masih juga belum hafal. Semoga kita mendapat hidayah dari Allah SWT untuk hafal Al-Quran.
Disebutkan bahwa seorang tua renta dan diketahui kedua matanya buta sejak kecil. Beliau dari Sudan, Afrika. Namanya Syaikh Makin. Suatu hari, di saat usianya menginjak kepala empat, beliau merenung dan bermuhasabah diri. Apa yang telah diperbuat sehingga kini, mengapa belum juga berbuat yang terbaik untuk dirinya apalagi untuk orang lain. Lalu beliau memulai dari dirinya dengan semangat yang tiba-tiba merasuk ke bagian paling sensitif dari jiwanya. Ia bertekad untuk menghafal Al-Qur’an.

Apa yang terjadi dengan Syaikh Makin? Seorang buta dan di usianya yang sudah tua? Disebutkan hampir sepuluh tahun, beliau selalu bersama anak-anak kecil yang sedang menghafal Al-Quran di masjid-masjid. Untuk apa? hanya untuk mendengar bacaan Al-Quran mereka. Tahukah anda, dengan cara seperti itu saja, beliau telah hafal Al-Quran 30 juz penuh di saat usianya 50an tahun.

Demikian sedikit gambaran dan semoga bisa dijadikan pelajaran. Berikutnya, bagaimana caranya kita menghafal seperti orang buta?

Ini dia ide dari penulis;
1. Jika anda sudah berkeluarga dan dikaruniai anak.
Bacaan Al-Quran; tentukan Surah yang akan dibaca oleh isteri/suami/anak.

Memintalah kapada istri/suami anda dan kepada anak-anak anda jika sudah bisa membaca Al-Quran. Tutuplah mata anda dengan kain penutup mata seakan-akan anda buta. Hendaknya anda benar-benar menjiwai. Bayangkan seakan-akan anda benar-benar buta. Lalu mintalah kepada isteri/suami/anak untuk membaca Al-Quran dan anda mendengarnya di sisinya. Anda tidak boleh meminta kepada mereka untuk mengulang bacaannya. Rasakanlah betapa anda benar-benar ingin hafal Al-Quran walau hanya sanggup mendengar saja dan tidak bisa melihat lembaran-lembaran Al-Quran. Kira-kira apakah yang akan anda lakukan saat itu? Mendengar dengan penuh konsentrasi dan terus berusaha untuk semaksimal mungkin agar bisa mengingat-ingat apa yang sudah dibaca oleh mereka.

Sanggupkah anda untuk hafal sekali mendengar? Jika belum, bersabarlah untuk kembali mendengar surah yang sama yang dibaca oleh mereka. Hingga berapa kalikah anda mendengar? Menangislah anda dan merengeklah di hadapan Allah SWT sambil terus bersujud. Lakukanlah terus mendengar Surah yang dibacakan oleh mereka. Sehingga anda benar-benar hafal Surah tersebut dan anda buta (bersikap seperti orang buta).

Catatan; Anda hendaknya tidak menyusahkan orang lain saat melakukannya. Misalnya anda memaksa isteri/suami/anak untuk selalu membacakan Surah tersebut di sisi Anda. Anda bisa meminta mereka untuk ‘menyetel’ tape recorder (kaset murattal) Surah yang akan dihafal. Itu pun cukup sekali saja. Selanjutnya tape recorder diletakkan di tempat yang mata anda tidak dapat melihatnya (tersembunyi) akan tetapi tangan anda dapat menggamitnya dan saat mengambilnya pun laksana orang buta.

Kesan; Insya Allah ta’ala anda akan berkesan dan terus teringat jika hafal satu Surah tersebut karena saat menghafalnya anda dalam keadaan buta.

2. Jika anda belum menikah
Bacaan Al-Qur’an;
Tentukan Surah yang akan dibaca oleh teman/adik/kakak/ayah/ibu

Pada dasarnya sama dalam hal cara dan triknya dengan mereka yang sudah berkeluarga. Yang membedakan hanya status dan mungkin kesan yang dirasakan. Anda meminta untuk dibacakan Al-Quran bukan kepada isteri/suami/anak, akan tetapi kepada teman/adik/kakak/ayah/ibu dan yang lainnya.

Tambahan;
Bagi pemuda yang gagah perkasa, biasanya mereka berlakon seperti pendekar. Anggap saja anda sebagai ‘si buta dari gua Malaikat’ yang bisa mengalahkan musuh-musuh Allah SWT dengan senjata Al-Quran.

Bukankah pelakon-pelakon silat saja sesekali berlakon seperti orang buta? Kedua matanya ditutup dengan secarik kain hitam lalu berantem…ciat-ciat,…bug, wush-wushhhh…terimalah ini jurus Sapi Al-Baqoroh 286, jurus Matahari Asy-Syams 15, jurus Bulan Al-Qomar 55, tendangan maut Gajah Al-Fiil 5, dan…pukulan Halilintar Ar-Ra’d 43…

Syahid Abdul Qodir
Inspirator Menghafal Al-Quran
e-mail; quranunaclub@yahoo.com
http://quranuna.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: