4 MAGIC WORDS

Januari 26, 2009

Sejak kecil, ketika anak belum lagi bisa berbicara seperti orang dewasa. Boleh juga sejak bayi. Kita hendaknya sebagai orang tua atau dewasa membiasakan diri mengucapkan perkataan-perkataan baik dan indah. Ada 4 kata menarik yang baik untuk kita contoh selalu dalam kehidupan kita. Orang west biasa mengistilahkannya dengan FOUR MAGIC WORDS. Dan jika keempat kata tersebut biasa kita praktekkan, Insya Allah kita akan menjadi orang yang disukai banyak orang.

First Word; THANKS
Thanks yang dalam bahasa ustadz-nya SYUKRON. Mari kita biasakan mengucapkan kata SYUKRON kepada saudara kita yang banyak membantu, menerima dan menemani kita dalam berbagai hal. Mari kita juga ucapkan kata SYUKRON untuk melatih anak-anak kita dengan kata indah ini. Kata yang didengar merdu dan sedap. Kata yang dalam bahasa dunia kita berarti TERIMA KASIH. Yang dalam Bahasa Wong Wetan berarti MATUR NUWUN atau Bahasa Urang Kulon-nya HATUR NUHUN.
Ucapkanlah  SYUKRON ketika anak kita telah melaksanakan sholat misalnya atau baca Al-Quran. Saat anak kita telah membantu ibu mengepel, menyapu dan mengelap lantai. Saat santai membereskan mainannya dan lain sebagainya.
Banyak-banyaklah berterima kasih kepada orang lain karena kita tidak mungkin hidup seorang diri…Iiiih sereeeeem….dimakan serigala.

Second Word; SORRY
Ini lagi satu kata yang pendek tapi berat untuk diucapkannya. Karena kalau kita hitung kesalahan yang kita perbuat terhadap orang lain kurang memungkinkan kita untuk mengucapkan kata SORRY alias MAAF dan AFWAN. Justeru karena banyak kesalahan kita terhadap orang lain, sepatutnya kita malu jika tidak mengucapkan AFWAN setiap kali kita melakukan kesalahan terhadap orang lain.
Ingatlah bahwa Allah SWT tidak akan memaafkan kesalahan kita jika kita punya salah kepada seseorang dan kita tidak minta ma’af kepada orang tersebut. Sebab pemberian ma’af ALLAH SWT yang berkaitan dengan kesalahan seseorang kepada orang lain hanya akan diberikan kepada orang tersebut jika orang tersebut sudah minta ma’af kepada orang yang bersangkutan.

Ma’af ya Mas, Bu, Pa, Dek, Kak…AFWAN bukan maksud mau menggurui tapi sekedar mengingatkan bahwa titik-titik…koma-koma….tanda seru dah.

Mari kita latih anak kita (paling utama yang kita sendiri) untuk terbiasa mengatakan AFWAN kepada temannya jika telah membuatnya menangis. Datanglah ke rumahnya karena telah mencubit pipinya…
Sebab penulis pernah melihat ada orang tua dari anak yang telah memukul temannya, eh…..malah marah-marah kepada anak tetangganya. Dan ada juga orang tua yang anaknya pulang ke rumah menangis karena habis memukul temannya (sebagai ungkapan penyesalannya). Ini catatan; ADA KEBIASAAN ANAK KECIL MENANGIS SETELAH MENYAKITI TEMANNYA karena memang pada dasarnya ia tidak mau menyakiti temannya. Eh, orang tua-nya malah marah kepada anaknya…”Kamu sih nakal, kamu sih bandel…” dan bukannya menenangkannya dan ditanya perihalnya atau tanya teman-temannya ada peristiwa apa yang berlaku…trusss ajak dah anaknya untuk minta maaf kepada temannya yang telah dipukulnya.
Perlu diketahui bahawa tangisan anak itu memiliki banyak makna. Ada kalanya tangisan itu bermakna ungkapan sakit karena dipukul, ditendang, dikucilkan dan yang lainnya oleh teman-temannya. Ada kalanya juga bermakna sebaliknya, ia menangis karena menyesal telah memukul temannya. Atau juga makna tersirat lainnya…anda sebagai orang tua lebih memahaminya.

Third Word; HELP
Bahasa yang baik dan benar sesuai EYD berarti TOLONG. Sedikit mudah untuk diucapkan bagi orang yang sedang kesusahan dan sungguh berat bagi orang yang selalu merasa dirinya hebat, perkasa, kaya raya dan segalanya punya (padahal hanya ALLAH SWT-lah milik-Nya yang ada di dunia dan seluruh isinya).
Contoh yang paling mudah, seorang anak dari majikan jarang sekali mengucapkan kata tolong atau bahkan tidak sama sekali, ketika minta disajikan makan atau minum dari pembantu rumah tangganya (Bahasa Ustadz; Khadimah). Ini disebabkan karena salah satunya majikan (ayah/ibu si anak) hampir tidak pernah mengucapkan kata TOLONG saat menyuruh khadimahnya. Mereka pikir “AKU SUDAH BAYAR SEMUANYA…” jadi tidak perlu itu kata TOLONG. (Ma’af yang ini tidak terjadi Insya ALLAH pada anda yang sedang membaca tulisan ini). Apa jadinya….

Fourth Word; Excuse Me
Terakhir ini pernah dialami oleh seorang Ustadz di sebuah Pesantren di Solo, Jawa Tengah. Seorang anak muda datang ke pesantren dan berjalan sambil ngesot (terjemah asal-asalan; kaki bersimpuh dan ditarik. Berjalan ala dayang-dayang keraton) sepanjang lantai aula jadi bersih karenanya. Si Ustadz bertanya tentang perihalnya mengapa ia berjalan seperti itu.Maklum Ustadznya orang kota.
“Kulo niki wong biasa mawon. Saya ini orang biasa…” maksudnya tidak ada kedudukan apa-apa, jadi harus menghormati yang punya kedudukan.
Waduh Mas, cukup saja salam terus PUNTEN bin PERMISI.

Begitulah kira-kira Excuse Me menurut orang biasa di Istana sana. Bagi kita orang tua terutama ayah, hendaknya membiasakan diri pamitan kepada anak setiap kali mau keluar rumah. Sebagai contoh; seorang ayah yang paling suka dipanggil dengan istilah abi. Selalu saja ia pamitan kepada anaknya yang masih berumur 6 bulan setiap kali mau pergi sholat berjama’ah ke masjid. Dengan paket pamitan; Salam, Jabat Tangan dan Cium Tangan.
Lama kelamaan anaknya diusia yang baru menginjak 1 tahun sudah memahami bahwa jika abi-nya melalkukan paket tersebut pasti mau keluar rumah dan tetangga-tetangganya pun heran bila suatu ketika ummi-abi-nya keluar rumah pamitan untuk berjihad menuntut ilmu tidak terdengar suara tangisan. Malah melepas kepergiannya di pintu keluar di gendongan kakaknya. Dan kakaknya pun berkata; SELAMAT BERJIHAD UMMI-ABI-KU.

Karenanya; budayakanlah kata Terima Kasih, Maaf, Tolong dan Permisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: